Sabtu, April 25, 2026

Benarkah Maung Garuda Buatan Indonesia, Jika Tidak, Buatan Mana? Bagaimana Suara Pindad

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – PT Pindad (Persero) secara bertahap mengungkap detail tentang kendaraan Maung MV3 Garuda, yang kini resmi ditetapkan sebagai calon mobil dinas menteri dan pejabat kabinet Merah Putih. Namun, pengungkapan ini memicu pertanyaan publik terkait asal usul komponen penting kendaraan tersebut.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah mesin dan transmisi yang ternyata bukan hasil produksi dalam negeri, melainkan diimpor dari luar negeri. Hal ini diakui Direktur Teknologi & Pengembangan PT Pindad, Sigit P Santosa. Ia menjelaskan bahwa pengembangan MV3 Garuda membutuhkan proses yang panjang, mulai dari desain, pengembangan produk, hingga validasi dan sertifikasi.

“Komponen lokal merupakan prioritas kami, tetapi untuk beberapa komponen yang belum tersedia di dalam negeri, seperti mesin dan transmisi, kami bekerja sama dengan mitra global,” kata Sigit dalam siaran resminya pada 10 November 2024, sebagaimana dikutip dari Kompas.com. Menurutnya, penggunaan komponen impor adalah praktik umum di industri otomotif, mengingat Indonesia masih dalam tahap mengembangkan kapasitas produksi komponen-komponen tersebut.

Keputusan menggunakan Maung MV3 Garuda sebagai kendaraan dinas ini menjadi langkah signifikan, menggantikan tradisi sebelumnya yang menggunakan mobil impor seperti Toyota Crown sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata upaya memperkuat industri otomotif dalam negeri.

Sigit menguraikan bahwa proses pembuatan MV3 Garuda dimulai dengan merumuskan spesifikasi teknis yang dituangkan dalam dokumen Sistem Spesifikasi Persyaratan (SRS) dan Rencana Uji Evaluasi Utama. Setelahnya, tim teknik PT Pindad mengembangkan desain mulai dari konsep sketsa hingga desain rekayasa yang mempertimbangkan performa kendaraan, estetika eksterior dan interior, serta pemilihan material sesuai standar regulasi.

Tahapan selanjutnya mencakup pembuatan desain untuk komponen inti, seperti bodi, pintu, dan komponen lainnya, yang kemudian dirakit melalui proses pengelasan, pengecatan, hingga perakitan akhir di area trimming. Setelah perakitan selesai, kendaraan menjalani kontrol kualitas, uji fungsi, dan sertifikasi untuk memastikan performanya memenuhi standar.

Penunjukan PT Pindad sebagai penyedia mobil dinas menteri dan pejabat negara era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan dorongan untuk meningkatkan peran industri nasional. Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, menyatakan bahwa persiapan Maung MV3 Garuda untuk kebutuhan dinas ini merupakan arahan langsung dari Presiden, yang secara konsisten mendukung pengembangan industri dalam negeri.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI, kami sedang mempersiapkan MV3 Garuda sebagai kendaraan dinas para menteri beserta jajaran,” ujar Abraham dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Kompas.com pada 10 November 2024. Ia berharap dukungan dari masyarakat agar proses berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), AM Putranto, mengungkapkan bahwa mayoritas bahan baku Maung berasal dari dalam negeri dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 70 persen. Kendati demikian, Putranto mengakui bahwa sekitar 30 persen dari komponen Maung, termasuk mesin dan kerangka, diimpor dari Korea Selatan dan disuplai oleh SsangYong, merek otomotif dari negara tersebut.

“Itu mobil luar biasa, TKDN-nya 70 persen,” ungkap Putranto saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, 30 Oktober 2024. Ia menambahkan bahwa meski beberapa komponen penting masih diimpor, Maung tetaplah produk yang unggul dan mumpuni.

Penggunaan komponen dari Korea Selatan ini memunculkan pandangan beragam di tengah masyarakat, terutama karena ekspektasi terhadap Maung sebagai produk asli buatan Indonesia. Namun, bagi sebagian kalangan, langkah ini dianggap sebagai upaya realistis menuju kemandirian industri otomotif nasional, sembari terus mengembangkan kemampuan manufaktur di dalam negeri.

Penerapan teknologi dan inovasi dalam Maung MV3 Garuda diharapkan bisa menjadi awal baru bagi PT Pindad dalam pengembangan kendaraan yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi. Ke depannya, ada harapan besar agar kendaraan dinas resmi Indonesia bisa menggunakan komponen lokal sepenuhnya.

Di sisi lain, beberapa pengamat menyatakan bahwa penggunaan komponen impor, terutama mesin dan transmisi, masih dapat ditoleransi selama ada upaya serius untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi komponen lokal. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan rantai pasok yang lebih kuat dan berkesinambungan bagi industri otomotif nasional.

Dengan segala tantangan yang ada, Maung MV3 Garuda menjadi simbol perjalanan panjang industri otomotif Indonesia untuk mencapai kemandirian. Pemerintah pun diharapkan terus mendukung inovasi dan investasi dalam negeri agar industri otomotif dapat tumbuh semakin kuat dan mampu bersaing di pasar global. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.