Sabtu, April 25, 2026

Bupati Blora Jemput Bola ke Jakarta, Petani Tebu Tunggu Jawaban Bulog

Situasi di kalangan petani tebu Kabupaten Blora tengah memasuki masa penentuan. Setelah aksi damai yang digelar beberapa waktu lalu, para petani bersama pengurus APTRI kini menunggu kepastian jawaban dari Direktur Utama Perum Bulog atas tuntutan yang telah diajukan.

Aksi yang berlangsung di Alun-alun Blora pada Kamis (2/4/2026) itu menghasilkan tiga tuntutan utama yang diminta dijawab secara tertulis paling lambat Jumat, 10 April 2026. Saat itu, aspirasi petani diterima oleh Sekda Blora Komang Gede Irawadi karena Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati sedang berada di Jakarta.

Ketua APTRI Blora, Sunoto, kemudian menyampaikan hasil konsolidasi pengurus kepada Bupati pada Senin (6/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa jika hingga tenggat waktu tidak ada jawaban tertulis, para petani siap menggelar aksi lanjutan ke Jakarta dengan jumlah massa yang lebih besar.

Menanggapi hal itu, Bupati Arief Rohman bergerak cepat dengan mendatangi langsung kantor pusat Perum Bulog di Jakarta. Ia bertemu dengan Wakil Direktur Utama Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq dan Direktur Keuangan Hendra Susanto untuk menyampaikan langsung aspirasi petani.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati meminta agar pihak Bulog segera memberikan tanggapan resmi sebelum situasi di tingkat petani semakin memanas.

Di daerah, dinamika terus berkembang. APTRI menjadwalkan pertemuan informal bersama aparat keamanan melalui agenda “ngopi bareng” guna menjaga kondusivitas jika jawaban yang ditunggu tidak sesuai harapan.

Selain itu, pada Jumat (10/4/2026), Bupati juga mengundang berbagai pihak ke Pendopo Rumah Dinas untuk membahas langkah lanjutan secara bersama.

Sekretaris APTRI, Anton Sudibyo, menegaskan bahwa tuntutan yang diajukan petani tidak bisa ditawar. Semangat perjuangan juga disuarakan oleh tokoh petani tebu, Wahyu.

“Rawe-rawe rantas, malang-malang putung. Pantang menyerah sampai titik darah penghabisan. Petisi petani tebu harus dipenuhi Dirut Perum Bulog. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” serunya.

Kini, semua pihak menunggu keputusan Bulog yang akan menjadi penentu arah langkah petani tebu Blora ke depan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.