Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menugaskan 5.000 juru masak profesional ke berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia mendapat sambutan positif dari Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya penting untuk meningkatkan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hamenang menyampaikan bahwa Pemkab Klaten belum menerima informasi detail terkait jumlah tenaga chef yang akan ditugaskan di wilayahnya.
“Kalau nantinya ada berapa belum ada informasi dari BGN. Kami menunggu saja nanti seperti apa,” kata Hamenang bersama Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, saat ditemui seusai menghadiri apel Kokam di halaman Pendopo Pemkab Klaten, Minggu (12/10/2025).
Menurut Hamenang, kehadiran para chef profesional akan membantu memastikan standar kualitas makanan bagi peserta program MBG.
“Ya kan lebih bagus kalau ada chef dari sana. Sehingga ada standardisasinya. Tidak sekadar masak yang baik, tetapi bahannya agar tidak rusak sehingga terjaga kualitas makanannya, vitaminnya, sekaligus terjaga kualitas agar tidak rusak,” ujarnya.
Ia berharap, dengan peningkatan kualitas penyajian makanan, insiden seperti dugaan keracunan MBG di Kecamatan Wedi tidak terulang kembali. Pemkab Klaten saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Labkesmas Yogyakarta terkait sampel makanan yang dikirim, meliputi nasi, sup, daging ayam, buah, dan susu.
“Kemarin itu kayaknya lho ya, ayam yang masuk ke freezer itu tidak sempurna hingga kemudian ketika masak menjadi berbau,” jelas Hamenang.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa ribuan juru masak profesional tersebut akan diterjunkan mulai Senin (13/10/2025). Mereka akan bertugas mendampingi, melatih, dan mengajarkan cara memasak yang lebih higienis serta profesional di setiap SPPG di Tanah Air.
“Para juru masak yang sudah sangat profesional ini akan kami terjunkan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai hari Senin (13/10/2025) nanti,” kata Dadan dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Langkah BGN ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia, sekaligus menjamin setiap anak memperoleh makanan sehat, aman, dan berkualitas.