Kamis, Juni 25, 2026

Eks Barcelona Hancurkan Mimpi Garuda Muda Tampil di Olimpiade Paris 2024

MELIHAT INDONESIA – Kesebelasan Garuda Muda takluk dari timnas Guinea, pada babak playoff Olimpiade Paris 2024.

Anak asuh Shin Tae-yong (STY) kalah 0-1 dari timnas Guinea pada babak playoff yang digelar di Paris, Kamis (9/5/2024) malam.

Gol kemenangan Guinea yang menghancurkan mimpi Garuda Muda berlaga di Olimpiade Paris 2024 dicetak mantan pemain Barcelona, Ilaix Moriba, melalui penalti pada menit ke-29.

Selain itu, pelatih Indonesia Shin Tae-yong juga mendapatkan dua kartu kuning dari wasit Francois Letexier.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut terlihat sangat kecewa ketika diusir keluar saat timnya menghadapi Guinea.

Karena ia tidak dapat menahan emosinya lagi dan memprotes keras keputusan Francois Letexier yang memberikan penalti kedua kepada Guinea pada menit ke-72.

Usai pertandingan asisten pelatih Timnas Indonesia Nova Arianto melalui sosial medianya mengatakan seluruh staf pelatih dan pemain merasakan kesedihan gagal lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Secara khusus ia juga mengatakan bahwa pelatih Shin Tae-yong tidak perlu sampai menangis.

Sebab selama satu bulan setengah ini menjadi sangat luar biasa bagi tim pelatih melihat pemain yang bekerja sangat keras di latihan dan di setiap pertandingan.

Meski ada kesedihan gagal ke Olimpiade, perjalanan Timnas U23 Indonesia sudah berjalan jauh melebihi ekspektasi semua orang.

“Jangan pernah menangis coach Shin Tae-yong karena kita semua tahu apa yang coach sudah perbuat untuk sepak bola Indonesia dan kita semua bisa melihat hasilnya saat ini Timnas Indonesia berada di level yg mana.”

“Saya selalu percaya coach piala itu akan datang untuk melengkapi apa yang coach sudah buat selama ini untuk Tim Nasional Indonesia,” tutur Nova Arianto di sosial medianya.

Selain itu ia juga mengingatkan suporter Timnas Indonesia agar tidak menghujat pemain yang melakukan kesalahan dalam pertandingan.

Seperti pada laga sebelumnya Marselino Ferdinan sempat dihujat oleh netizen gara-gara dinilai bermain terlalu egois.

“Kami mohon juga tidak perlu menghujat pemain karena yang terjadi malah sebaliknya pemain menjadi tidak percaya diri untuk tampil sesuai kemampuannya sendiri dan begitu juga dengan pemain.”

“Pemain juga harus bisa mengelola dan mengontrol emosinya di saat bermain media sosial karena kalian adalah seorang public figur,” lanjutan tulisan Nova Arianto di sosial medianya.

“Terus berjuang untuk kebanggaan dan terima kasih staff official, coaching staff, dan pemain semuanya.”

“Terima kasih juga buat semua masyarakat Indonesia yang sudah mendukung dan mendoakan Tim Nasional U-23,” pungkasnya.

Profil singkat Ilaix Moriba

Moriba Kourouma, yang dikenal sebagai Ilaix Moriba, adalah pemain sepak bola profesional Guinea yang bermain sebagai gelandang tengah untuk klub La Liga Getafe, dengan status pinjaman dari klub Bundesliga RB Leipzig.

Moriba dilahirkan pada 19 Januari 2003, di Conakry, Guinea, namun ia dibesarkan di Spanyol.

Sebelumnya, Moriba tak pernah membela timnas junior manapun di Guinea.

Ia malah sempat berseragam Spanyol U-17 dan U-18 pada 2019 silam. Di dua kategori umur itu, ia mencatatkan 10 penampilan, mencetak dua gol.

Menimba ilmu di La Masia dan memperkuat Barcelona pada 2010-2021, Moriba sempat diharapkan menjadi bintang masa depan Spanyol.

Namun pada 2021, ia memutuskan untuk membela tanah airnya yang juga merupakan negara asal sang ibu.

Ia lalu menjalani debut senior bersama Guinea pada Januari 2022.

Sejak itu, ia sudah mencatatkan 22 caps, termasuk tampil di Piala Afrika 2021 (digelar pada 2022 karena Covid-19) dan juga 2023 (digelar pada 2024 karena masalah iklim di Pantai Gading).

Sewaktu pelatih Timnas Guinea, Kaba Diawara, diberi amanat untuk ikut memegang sementara timnas U23 pada April lalu, Moriba yang umurnya masih memenuhi syarat dipanggil untuk ‘turun kelas sesaat’ demi membantu dalam laga playoff.

Hasilnya sesuai harapan. Sekali datang, Moriba langsung menjadi pahlawan.

Moriba menjadi penentu kemenangan Guinea dalam laga yang digelar di Clairefontaine, Kamis (9/5) malam WIB.

Tembakan penalti pemain yang kini membela Getafe itu gagal dibendung Ernando Ari yang mengawal gawang Indonesia. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.