MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Hutan mangrove di pesisir Semarang yang luasnya mencapai puluhan hektar dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Keberadaan hutan mangrove banyak fungsi ekonominya,” ujar Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Sudharto P Hadi, Rabu (24/7/2024).
Di kawasan pesisir ujung barat Kota Semarang terdapat hutan mangrove seluas kurang lebih 80 hektare, tepatnya di pesisir Mangkang Kulon, Mangunharjo, di Mangkang Wetan.
Hutan mangrove menjadikan area pesisir Semarang lebih tahan abrasi dan banjir rob. Dengan tiadanya rob, tambak masyarakat menjadi lebih produktif.
Hutan mangrove menjadi habitat kepiting, udang, ikan, juga burung kuntul perak sebagai fauna khas Semarang.
Prof Sudharto juga mengatakan, kelompok masyarakat seperti di Mangunharjo, Kecamatan Tugu, ada yang membuat usaha berbagai produk turunan dari buah mangrove.
Buah mangrove ternyata bisa dijadikan pewarna alami untuk batik, hingga bahan makanan seperti sirop, bolu, dan lainnya.
Sisi lain, hutan mangrove bisa dikembangkan menjadi ekowisata maupun eduwisata. Sehingga akan menambah perputaran ekonomi masyarakat setempat. (bhq)