Minggu, April 19, 2026

Ini Jadwal Sidang Isbat, Penentuan Awal Puasa Ramadhan

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Jelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, perhatian umat Islam di Indonesia tertuju pada sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag). Sidang ini menjadi penentu awal puasa bagi seluruh masyarakat Muslim di tanah air.

Penetapan 1 Ramadhan tidak dilakukan sembarangan. Kemenag menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung) untuk menentukan awal bulan puasa. Dengan kombinasi dua metode ini, keputusan yang diambil diharapkan mampu mencerminkan ketepatan ilmiah dan kesesuaian dengan syariat Islam.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, sidang isbat akan menghadirkan berbagai pihak terkait, termasuk para ulama, ahli falak, perwakilan ormas Islam, serta instansi pemerintah yang berwenang dalam pemantauan hilal. Mereka akan berembuk sebelum mengumumkan hasil akhir yang menjadi acuan nasional.

Prediksi Hilal dan Jadwal Sidang Isbat

Berdasarkan data hisab awal, ijtimak penentuan 1 Ramadhan 1446 H diperkirakan akan terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. Sementara itu, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia diproyeksikan berada dalam rentang 3° 5,91′ hingga 4° 40,96′, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03′ hingga 6° 24,14′.

Secara astronomis, kondisi ini memberikan kemungkinan besar hilal dapat terlihat. Namun, keputusan akhir tetap akan bergantung pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia. Data yang diperoleh dari pemantauan ini akan dikaji dalam sidang isbat sebelum Menteri Agama memberikan keputusan resmi.

Sidang isbat akan digelar pada Jumat, 28 Februari 2025, bertempat di Auditorium H M Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dijadwalkan memimpin langsung sidang yang akan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Mahkamah Agung dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Tahapan Sidang Isbat: Proses Pengambilan Keputusan

Sidang isbat akan melalui tiga tahap utama, yakni:

  1. Pemaparan Data Astronomi Ahli falak dari Kemenag akan menyajikan hasil perhitungan hisab terkait posisi hilal di seluruh Indonesia. Data ini menjadi acuan awal dalam pembahasan.
  2. Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal Laporan dari berbagai titik pemantauan hilal akan dikaji dan diverifikasi. Jika hilal terlihat, maka keputusan awal puasa bisa segera ditetapkan.
  3. Musyawarah dan Keputusan Final Setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat, para peserta sidang akan melakukan musyawarah sebelum Menteri Agama mengumumkan keputusan final secara resmi kepada publik.

Menanti Keputusan Resmi Awal Puasa

Sidang isbat selalu menjadi momen krusial bagi umat Islam di Indonesia. Keputusan yang diambil akan menjadi dasar dalam menetapkan kapan ibadah puasa Ramadhan dimulai.

Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari Kemenag sebelum menentukan awal puasa. Dengan metode yang akurat dan transparan, diharapkan keputusan yang dihasilkan dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.