Nama ekonom senior Muhammad Chatib Basri kembali menjadi sorotan di tengah beredarnya isu pergantian Menteri Keuangan. Mantan Menteri Keuangan era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu disebut-sebut sebagai salah satu figur yang berpeluang mengisi posisi yang saat ini ditempati Purbaya Yudhi Sadewa.
Spekulasi tersebut muncul seiring berkembangnya kabar mengenai kemungkinan perombakan kabinet menyusul pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan tekanan yang terjadi di pasar saham.
Namun, Purbaya telah membantah isu pencopotan dirinya dan menegaskan tidak mengetahui asal-usul rumor tersebut. Bantahan serupa juga sebelumnya disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Di tengah ramainya spekulasi, pengamat politik Rocky Gerung menilai Chatib Basri merupakan sosok yang memiliki kapasitas untuk memimpin Kementerian Keuangan apabila terjadi reshuffle.
Menurut Rocky, pengalaman Chatib sebagai mantan Menteri Keuangan menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia.
Rocky menilai keunggulan Chatib tidak hanya terletak pada pemahamannya mengenai ekonomi moneter, tetapi juga kemampuannya membaca dinamika ekonomi politik. Ia menyebut Chatib sebagai ekonom yang memahami hubungan antara kebijakan ekonomi dan kondisi sosial-politik masyarakat.
Selain itu, Chatib dinilai memiliki jaringan internasional yang kuat. Rocky menyebut pengalaman akademik dan kiprah internasional Chatib dapat membantu memulihkan kepercayaan investor maupun lembaga global terhadap perekonomian Indonesia.
Chatib Basri sendiri bukan sosok baru di dunia ekonomi nasional. Lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965, ia menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi magister dan doktor bidang ekonomi pembangunan di Australian National University.
Kariernya banyak dihabiskan di bidang penelitian, akademik, dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai penasihat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Wakil Menteri Keuangan untuk forum G20, Wakil Ketua Komite Ekonomi Presiden, hingga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Pada 2013, Presiden SBY menunjuknya sebagai Menteri Keuangan dan ia menjabat hingga berakhirnya masa pemerintahan tersebut pada 2014. Di luar pemerintahan, Chatib juga pernah menjadi konsultan bagi sejumlah lembaga internasional seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB), USAID, OECD, dan UNCTAD.
Saat ini, Chatib masih aktif sebagai ekonom senior di Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
Dengan rekam jejak tersebut, namanya terus diperbincangkan sebagai salah satu figur yang dianggap memiliki kapasitas untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional ke depan.