Presiden ke-7 RI Joko Widodo menegaskan capaian pembangunan satu dekade pemerintahannya saat berpidato dengan Bahasa Inggris dalam Bloomberg New Economy Forum di Singapura.
Ia mengingat kembali masa awal pemerintahannya ketika mempertanyakan bagaimana membangun ekonomi kuat bagi 280 juta penduduk Indonesia.
Ia menilai jawabannya ada pada pembangunan konektivitas nasional melalui jalan, pelabuhan, bandara, jaringan listrik, dan infrastruktur digital.
Jokowi menyoroti transformasi sistem pembayaran digital melalui QRIS sebagai contoh digitalisasi inklusif yang digunakan sejak pedagang kecil hingga perusahaan besar.
Ia menyebut digitalisasi tersebut membuat perputaran ekonomi lebih cepat dan efisien.
Jokowi juga mengungkap peluncuran satelit baru untuk memperluas akses internet terutama di wilayah yang selama ini belum terjangkau optimal.
Ia menjelaskan bahwa infrastruktur digital dan regulasi yang tepat menjadi dua pilar utama dalam membangun kecerdasan ekonomi.
Infrastruktur menyediakan aliran data dan konektivitas sedangkan kebijakan menopang inovasi, start up, dan kewirausahaan.
Ia menyinggung hilirisasi industri termasuk sektor baterai kendaraan listrik sebagai strategi meningkatkan nilai tambah produksi nasional.
Langkah tersebut dinilai akan membawa Indonesia memasuki era ekonomi baru yang lebih modern dan kompetitif.
Jokowi menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang melek teknologi sebagai kebutuhan mendesak.
Ia menilai literasi kecerdasan buatan, pemrograman, dan machine learning harus diperkuat agar masyarakat siap menghadapi ekonomi berbasis data.
Melalui forum internasional ini, Jokowi menampilkan capaian pemerintahannya sekaligus menyampaikan visi diplomasi ekonomi Indonesia di era ekonomi cerdas.