Jumat, April 24, 2026

Kabar Duka dari Peru, Staf KBRI RI Wafat Ditembak Saat Bersepeda

Seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Lima, Peru, Zetro Leonardo (Emanuel) Purba, meninggal dunia usai ditembak orang tak dikenal (OTK) pada Senin (1/9/2025) malam waktu setempat.

Menurut laporan media lokal Panamericana Television dan 24 Horas Edición Central, penembakan terjadi di kawasan Lince, Lima, hanya beberapa meter dari apartemen tempat tinggalnya di Jalan Cesar Vallejo. Saat itu, Zetro tengah bersepeda bersama istrinya.

Pelaku menembakkan tiga kali peluru ke arah tubuh Zetro dari jarak dekat. Ia sempat dilarikan ke Klinik Javier Prado, namun dokter menyatakan nyawanya tak terselamatkan. Sementara sang istri selamat dan kini berada dalam perlindungan kepolisian setempat.

Zetro baru lima bulan bertugas di KBRI Lima sebagai Penata Kanselerai Muda. Sebelumnya, ia pernah mengabdi di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne, Australia, sebagai Bendahara dan Penata Kerumahtanggaan (BPKRT). Setelah menyelesaikan masa tugasnya di Melbourne, ia sempat kembali ke Kementerian Luar Negeri di Jakarta sebelum dipindahtugaskan ke Peru.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Zetro. “Keluarga Besar Kementerian Luar Negeri turut berduka atas berpulangnya Zetro Leonardo Purba, Penata Kanselerai Muda KBRI Lima. Semoga amal ibadah Almarhum diterima Tuhan YME dan keluarga diberikan keikhlasan dan kesabaran,” demikian pernyataan Kemlu RI di media sosial.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, juga menyampaikan duka mendalam melalui akun Instagram resminya. “Kami mendapatkan berita duka dari Lima. Salah seorang pekerja Kementerian Luar Negeri, saudara Zetro Emanuel Purba, meninggal dunia karena ditembak oleh orang tak dikenal. Kami berkoordinasi penuh dengan pihak berwenang Peru untuk penyelidikan tuntas,” ujarnya.

Sugiono mengenang almarhum sebagai pegawai berdedikasi tinggi. “Seorang pegawai yang penuh dedikasi dan saya harap yang terbaik bisa kita berikan dalam rangka kasus ini hingga tuntas. Kepada keluarganya kami juga berkomitmen untuk mengurus dan menyelesaikan pendidikan bagi anak-anak almarhum,” katanya.

Zetro meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Rencananya, jenazah akan segera dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan.

Polisi Peru bersama tim forensik telah melakukan olah TKP. Sejauh ini, motif penembakan belum diketahui. KBRI Lima disebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Peru untuk memastikan penyelidikan berjalan tuntas.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.