Jumat, April 17, 2026

Larangan Rekam Laga Jadi Sorotan, I.League “Hanya Berlaku untuk Media dan Influencer”

Viral di media sosial aturan baru penyelenggara Super League dan Championship, I.League, yang disebut-sebut melarang penonton merekam pertandingan dari tribun. Aturan itu menuai protes karena dianggap membatasi kebebasan penonton yang hadir langsung di stadion.

Namun, I.League akhirnya memberikan klarifikasi. Operator liga menegaskan bahwa aturan tersebut tidak berlaku bagi penonton umum, melainkan hanya ditujukan untuk jurnalis yang berada di tribun media dan influencer atau content creator.

“Menyambut antusiasme para penggemar yang luar biasa di setiap pertandingan, I.League hari ini memberikan klarifikasi mengenai kebijakan produksi konten di dalam stadion,” tulis pernyataan resmi I.League pada Kamis (11/9/2025).

“Judul utama dari kebijakan ini sederhana: tidak ada regulasi khusus yang membatasi penonton umum,” tegas I.League.

Menurut penjelasan I.League, penonton tetap diperbolehkan merekam atau mengambil foto untuk keperluan pribadi dan non-komersial, misalnya sekadar membagikan pengalaman menonton di media sosial. Sementara itu, larangan khusus diberlakukan bagi jurnalis dan influencer demi menghormati hak siar resmi yang dimiliki EMTEK dan I.League.

“Jurnalis yang duduk di tribun media diharapkan fokus menulis laporan pertandingan. Sementara fotografer profesional memiliki area khusus di pinggir lapangan untuk mengambil foto berkualitas tinggi,” jelas I.League.

Bagi influencer atau content creator, meski membeli tiket resmi dan duduk di tribun penonton, status mereka tetap dipandang sebagai penonton biasa. Dengan demikian, mereka tetap dilarang melakukan perekaman untuk kepentingan komersial.

I.League menjelaskan, larangan ini diberlakukan karena perekaman video dari tribun berpotensi mengganggu penonton lain dan bisa dianggap melanggar hak siar. Video yang diunggah ke media sosial untuk tujuan komersial akan ditinjau oleh tim anti-piracy. Jika ditemukan pelanggaran, konten tersebut dapat langsung diturunkan atau di-take down.

“Alasan pembatasan perekaman video untuk tujuan komersial adalah adanya potensi kegiatan yang signifikan dan tumpang tindih dengan hak siar resmi. Perlindungan terhadap hak siar ini sangat penting agar penyelenggaraan kompetisi dan liputan media dapat terus berjalan secara profesional dan berkelanjutan,” jelas I.League.

Dengan adanya klarifikasi ini, I.League menegaskan bahwa penonton tetap bisa menikmati pertandingan sambil merekam momen untuk kenang-kenangan pribadi, asalkan tidak bersifat komersial.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.