MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Gila banget! Di luar negeri, terutama Eropa dan Amerika Serikat, ada tren kontroversial di kalangan perempuan muda yang bikin heboh: menjual keperawanan demi uang yang melimpah. Meskipun terkesan tabu dan hampir sama dengan menjual diri, beberapa model cantik memanfaatkan peluang ini untuk meraup miliaran rupiah. Yuk, simak siapa saja mereka dan berapa harga keperawanan yang mereka jual!
- Aleexandra Khefren (Rumania) – Rp16 Miliar
Aleexandra Khefren, yang baru berusia 18 tahun saat itu, menjual keperawanannya seharga USD1 juta atau lebih dari Rp16 miliar. Tujuannya? Untuk membeli rumah bagi orang tuanya yang terancam digusur. Meski mendapatkan banyak kritikan dari keluarganya, Aleexandra tetap pada pendiriannya. “Saya berusia 18 tahun dan bisa melakukan apa pun yang saya mau dengan tubuh saya,” tegasnya. Keputusannya memang berani, tapi dia menganggap itu sebagai cara untuk membantu keluarganya.
- Mahbuba Mammadzada (Azerbaijan) – Rp41 Miliar
Mahbuba Mammadzada, di usia 23 tahun, menjual keperawanannya dengan harga lebih dari £2 juta, atau sekitar Rp41 miliar. Model yang dikenal juga sebagai Maria ini melelang keperawanannya melalui situs Cinderella Escorts. Dengan uang hasil lelang, Mahbuba berencana membeli rumah untuknya dan ibunya serta bepergian ke seluruh dunia. “Saya ingin menjual keperawanan saya untuk membuat ibuku bangga dan tinggal di tempat kami sendiri,” ujarnya. Dia juga memiliki catatan medis bersertifikat untuk membuktikan keperawanannya.
- Jasmine (Inggris) – Rp35 Miliar
Jasmine, model sekaligus pelajar asal Inggris, menjual keperawanannya seharga USD2,2 juta atau lebih dari Rp35 miliar kepada seorang aktor Hollywood melalui Cinderella Escorts. Di usia 26 tahun, Jasmine merasa terhormat bisa “dibeli” oleh salah satu aktor favoritnya. “Saya kagum bisa menjadi pilihan aktor favorit saya. Ini adalah pengalaman yang sangat luar biasa,” katanya.
Tren ini memang kontroversial dan bisa dibilang ekstrem, tapi ternyata ada beberapa model yang memilih cara ini untuk meraih mimpi dan membantu keluarga mereka. Tentunya, keputusan ini menimbulkan berbagai pandangan dan reaksi, tapi inilah fakta menarik di balik tren global yang cukup mencengangkan ini. (**)