Jumat, Juli 24, 2026

BGN Blak-blakan Jelaskan Asal-usul Insentif Rp6 Juta per Hari untuk Dapur Program MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) menjelaskan alasan pemberian insentif sebesar Rp6 juta per hari kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insentif tersebut disebut bukan keuntungan, melainkan mekanisme pengembalian investasi bagi para mitra yang membangun dapur secara mandiri.

Wakil Ketua BGN Sony Sanjaya mengatakan ribuan SPPG yang beroperasi saat ini dibangun menggunakan dana pribadi para mitra, mulai dari pembelian lahan, pembangunan bangunan hingga pengadaan peralatan dapur.

“Besar (angkanya). Kalau tiba-tiba dapat Rp 6 juta sehari senang nggak? Senang, apabila itu keuntungan. Masalahnya, siapa yang bilang itu keuntungan? Itu pengembalian investasi,” ujar Sony dalam BGN Talks di akun Youtube BGN, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan biaya pembangunan satu unit SPPG rata-rata mencapai Rp2-3 miliar. Karena itu, insentif diperlukan agar mitra tidak mengalami kerugian setelah berinvestasi dalam program MBG.

“Nah sekarang masyarakat sudah bangun, kemudian kita bayar, ya sudah lah, Rp 1 juta aja sehari. Terus, kalau dia modalnya 3 miliar, berapa tahun akan kembali? Jadi jangan melihat, ‘waduh, ini satu dapur, 1 tahun Rp 1,8 miliar,’ begitu,” jelasnya.

Selain soal insentif, BGN juga akan melakukan penilaian atau grading terhadap seluruh SPPG mulai tahun ini. Penilaian tersebut mencakup kelayakan sarana dan prasarana, termasuk keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), karena masih ada dapur yang dibangun dengan standar di bawah ketentuan.

Sony pun memperingatkan bahwa dapur yang tidak meningkatkan fasilitasnya sesuai standar dapat kehilangan kontrak kerja sama.

“Nggak usah khawatir, tahun ini kita lakukan grading. Ada grade A, grade B, grade C, dan jangan salahkan, nanti akan juga diputus kontrak. Apabila sampai nanti akhir Desember 2026, sarana-prasarananya tidak lengkap,” tegas Sony.

Ia menilai pemutusan kontrak tidak akan menimbulkan gugatan dari mitra karena investasi mereka dinilai sudah kembali selama masa kerja sama berlangsung.

“Apakah mitra akan menggugat? Saya kira nggak. Karena apa? Dia kan sudah dapat, investasinya sudah kembali. Lalu kenapa diputus? Ya karena tidak menyesuaikan dengan aturan, tidak mau melengkapi sarana prasarana yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Dengan skema tersebut, BGN berharap para mitra SPPG dapat terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana dapur agar program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar.

Evaluasi dan sistem penilaian yang diterapkan juga diharapkan memastikan keberlanjutan program sekaligus menjaga kualitas layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.