Minggu, Mei 3, 2026

Motif Sakit Hati dan Ekonomi, Menantu Otaki Pembunuhan Lansia di Pekanbaru

Kasus pembunuhan lansia di Kota Pekanbaru, Riau, berhasil diungkap polisi. Seorang menantu berinisial AF diduga menjadi otak pelaku dalam aksi yang menewaskan Dumaris Deniwati Boru Sitio (60).

Polisi menyebut motif utama pelaku adalah sakit hati terhadap korban.


“Hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi. Ini pengakuan tersangka,” kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026).

Selain itu, pelaku juga diduga memiliki motif ekonomi untuk menguasai harta korban.


“Motif ekonomi, ingin menguasai harta korban,” kata Muharman.

Para tersangka dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman berat.


“Pasal 459 dan/atau 458 ayat 3 dan/atau Pasal 479 dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun,” katanya.

Empat pelaku telah ditangkap pada 30 April dan 1 Mei 2026 di lokasi berbeda, termasuk AF yang diamankan di Aceh Tengah.


“AF dan SL diamankan di Aceh Tengah. Besoknya, tanggal 1, dua orang sisanya atas nama E alias I dan L diamankan di Binjai,” kata Muharman.

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Rumbai pada 29 April 2026 oleh suaminya dalam kondisi bersimbah darah. 

Rekaman CCTV memperlihatkan para pelaku datang bersama, sempat berinteraksi normal dengan korban, sebelum akhirnya seorang pria memukul korban menggunakan kayu balok hingga terkulai.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.