Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki perhitungan tersendiri dalam tidak menetapkan banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera sebagai bencana nasional.
Ketua MPR Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pemerintah melihat kondisi di lapangan sudah mulai membaik, dengan listrik, BBM, serta bantuan logistik yang perlahan kembali normal meski masih ada kekurangan.
Ia menyebut penanganan bencana terus mengalami perbaikan, termasuk akses darat yang sebelumnya terputus kini mulai tersambung kembali.
Muzani juga menyoroti kerja keras TNI dan Polri dalam evakuasi korban serta distribusi bantuan, ditambah peran masyarakat yang turut berdonasi dan membantu langsung di lokasi terdampak.
Hingga 3 Desember 2025, jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 770 orang, sementara 463 orang masih hilang.
Data BNPB juga mencatat ribuan rumah mengalami kerusakan, dari rusak berat hingga ringan, serta kerusakan fasilitas umum seperti jembatan, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, dan kesehatan.
Total warga terdampak bencana mencapai 3,2 juta jiwa di 50 kabupaten, dan angka tersebut masih diperbarui secara berkala.