Jumat, April 17, 2026

Pasien COVID-19 di Jawa Barat Melonjak, ini Kata Gubernur

“Update terakhir, 22 pasien positif di Jabar. Meningkat dua kali lipat hanya dalam satu hari dan mayoritas tiga perempat kami hitung secara matematika adanya di daerah yang dekat dengan Jakarta, mayoritasnya di Bekasi,”

– Ridwan Kamil

BEKASI – Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar), Kamis (19/3) siang, total ada 22 orang yang positif terpapar virus COVID-19. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari hari sebelumnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan jumlah ini melonjak drastis dibandingkan sehari sebelumnya yang baru menyentuh 12 pasien positif. Kebanyakan, ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu, pasien positif corona yang baru terdeteksi berdomisili di Kota Bekasi.

“Update terakhir, 22 pasien positif di Jabar. Meningkat dua kali lipat hanya dalam satu hari dan mayoritas tiga perempat kami hitung secara matematika adanya di daerah yang dekat dengan Jakarta, mayoritasnya di Bekasi,” ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/3).

Peta visual sebaran positif Corona di Jabar berada di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Purwakarta, Kota Depok Kabupaten Bekasi, hingga Kota Cirebon.

“Oleh karena itu saya sudah telepon walikota dan bupati dan lain-lain untuk memastikan kurangi pergerakan ke Jakarta karena episentrumnya ada di sana dan terbukti dalam sehari lompatannya di daerah itu,” tambahnya.

Selain penambahan jumlah pasien corona, dalam data Pikobar terbaru tercatat orang yang berstatus dalam pemantauan (ODP) telah berada di angka 1.412 dan angka pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) berjumlah 132 pasien.

Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat, menuturkan informasi pasien maupun suspect COVID-19 sesuai protokol WHO (Organisasi Kesehatan Dunia), pihaknya hanya bisa menyampaikan usia dan jenis kelamin dari pasien. “Tolong hargai hak dari (pasien) itu,” kata dia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.