MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Abses Payudara adalah benjolan di payudara yang berisi nanah, sering disebut juga bisul payudara. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi dan sering dialami oleh ibu menyusui. Penting untuk segera mendapat pengobatan jika mengalami abses payudara, tetapi jangan khawatir, ibu menyusui tetap bisa menyusui anaknya dengan payudara yang tidak terinfeksi.
Penyebab Abses Payudara
Peradangan jaringan payudara (mastitis) yang tidak segera diobati atau disebabkan oleh sumbatan di kelenjar payudara merupakan penyebab utama terbentuknya abses payudara. Infeksi ini bisa terjadi karena masuknya bakteri dari mulut bayi ke saluran susu melalui retakan di puting. Meskipun lebih sering terjadi pada ibu menyusui, wanita yang tidak menyusui dan sebagian kecil pria juga bisa mengalami abses payudara.
Faktor risiko abses payudara:
Tindikan di puting susu
Diabetes
Kebiasaan merokok
HIV/AIDS
Operasi payudara dalam 2 bulan terakhir
Infeksi payudara sebelumnya
Usia lanjut
Gejala Abses Payudara
Gejala abses payudara bisa berbeda-beda, tergantung tingkat keparahannya, termasuk:
Payudara kemerahan, bengkak, dan terasa sakit
Gumpalan yang tidak menghilang setelah menyusui
Keluar nanah dari puting
Nyeri payudara mengganggu aktivitas
Demam lebih dari 3 hari yang tidak membaik
Kapan Harus ke Dokter
Ibu menyusui perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter jika merasakan ada benjolan di payudara, serta jika payudara kemerahan, terasa sakit, dan bengkak. Wanita juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) tiap 7 hari setelah menstruasi dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) oleh dokter setiap 1-3 tahun mulai usia 20 tahun.
Diagnosis Abses Payudara
Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan USG payudara. Dokter juga akan mengambil sampel ASI atau nanah untuk diperiksa di laboratorium. Pemindaian tambahan seperti mammografi dan biopsi payudara bisa dilakukan jika diperlukan.
Pengobatan Abses Payudara
Untuk menangani abses payudara, dokter akan memberikan antibiotik seperti cephalexin. Ibu menyusui tetap bisa menyusui anaknya meski menggunakan obat tersebut. Selain antibiotik, prosedur lain seperti mengeluarkan nanah dengan jarum suntik, kateter, atau vacuum-assisted biopsy dapat dilakukan.
Nyeri akibat abses dapat ditangani dengan paracetamol dan mengompres payudara dengan handuk hangat atau dingin. Selama penyembuhan, ibu menyusui perlu tetap mengeluarkan ASI setiap 2 jam dari payudara yang sakit untuk mencegah infeksi lanjutan.
Komplikasi Abses Payudara
Komplikasi yang dapat terjadi akibat abses payudara meliputi:
Infeksi kambuh
Bekas luka atau jaringan parut
Payudara menyusut
Abses kronis
Penyebaran infeksi
Saluran tidak normal pada payudara
Limfedema
Pencegahan Abses Payudara
Mastitis merupakan penyebab utama abses payudara, sehingga penting untuk mengetahui cara mencegahnya, terutama pada ibu menyusui:
Cuci tangan sebelum menyusui
Pastikan puting dan areola menempel sempurna dengan mulut bayi
Menyusui dengan kedua payudara secara bergantian
Menyusui secara rutin
Gunakan bra yang pas dan hindari pakaian ketat
Hindari krim dan obat oles di puting
Tidak menggunakan bantalan puting dalam jangka panjang
Minum banyak air
Lakukan SADARI dan SADANIS secara rutin
Dengan mengetahui gejala, penyebab, dan cara pencegahan abses payudara, diharapkan ibu menyusui dan wanita lainnya bisa lebih waspada dan cepat mendapatkan penanganan yang tepat. (**)