Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dapat dikatakan berhasil hingga 99,99 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat awal tahun dalam retret di kediamannya di Hambalang, Bogor, Selasa.
Prabowo menyebut capaian itu berdasarkan evaluasi statistik yang dilakukan secara objektif.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak boleh cepat merasa puas atas capaian tersebut.
Prabowo menargetkan pelaksanaan program MBG ke depan harus mencapai zero defect atau tanpa kesalahan sama sekali.
Ia mengakui masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurut Prabowo, dalam program berskala besar yang melibatkan jutaan orang, potensi kekurangan dan penyimpangan tidak dapat dihindari.
Ia menyebut pemerintah terus melakukan perbaikan dan pengawasan secara bertahap.
Langkah-langkah pengamanan dan evaluasi terus dilakukan untuk menutup celah kesalahan yang ada.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus melakukan intervensi agar program berjalan sesuai tujuan.
Saat ini, jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 55 juta orang sejak pertama kali dicanangkan pada 6 Januari 2025.
Prabowo menilai capaian tersebut membanggakan jika dibandingkan dengan negara lain.
Ia mencontohkan Brasil yang baru mencapai sekitar 40 juta penerima manfaat setelah 11 tahun menjalankan program serupa.
Prabowo menjelaskan alasan utama pemerintah menjalankan MBG adalah masih tingginya angka kekurangan gizi pada anak-anak Indonesia.
Ia menyebut sekitar satu dari lima anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi.
Selain itu, puluhan juta anak disebut tidak sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Kondisi tersebut, menurut Prabowo, merupakan bentuk malanutrisi dan stunting yang berdampak pada pertumbuhan anak.
Ia menegaskan anak-anak yang kekurangan gizi berisiko mengalami pertumbuhan fisik yang lemah dan tidak optimal.
Prabowo kemudian mengutip pernyataan Presiden pertama RI Soekarno bahwa perut yang lapar tidak bisa menunggu.
Ia menegaskan pemimpin yang bertanggung jawab harus bekerja keras menghapus kelaparan dan kemiskinan.