Sabtu, April 25, 2026

Pesantren Jadi Pilar Bangsa, Bupati Arief Dorong Santri Tangguh di Era Digital

Kehidupan santri memang banyak berfokus pada kegiatan mengangsu ilmu dengan balutan agama yang kental. Kendati demikian, di era yang serba canggih ini, santri tidak boleh ketinggalan dari teknologi maupun sikon yang sedang terjadi di sekitarnya maupun di belahan dunia lainnya.

Hal tersebut turut disinggung Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, saat menghadiri Pengajian Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah yang digelar di Pondok Pesantren Walisongo Ngawen, Minggu (26/10/2025).

Kegiatan akbar ini dipadati ribuan jemaah, kiai, santri, dan masyarakat dari berbagai daerah, serta dihadiri sejumlah ulama terkemuka seperti KH. Abdul Hadi Kurdi dari Pati dan KH. Ma’ruf Islamuddin dari Sragen.

Dalam sambutannya, Bupati Arief—yang akrab disapa Gus Arief—menyampaikan apresiasi atas peran besar pondok pesantren dalam membentuk moral dan spiritual masyarakat Blora.

“Dukungan pondok pesantren sangat besar bagi pembentukan karakter bangsa. Dari pesantrenlah lahir para tokoh, ulama, hingga pejabat tinggi yang berperan besar dalam kemajuan negeri ini,” ujarnya.

Namun, Gus Arief juga menyoroti tantangan besar di era digital, khususnya pengaruh media sosial terhadap remaja dan pelajar. Ia menilai, media sosial kini menjadi salah satu faktor utama munculnya berbagai dinamika sosial.

“Media sosial kini menjadi salah satu faktor utama munculnya berbagai dinamika sosial, termasuk demonstrasi yang akhir-akhir ini banyak diikuti kalangan pelajar,” jelasnya.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya santri memiliki wawasan luas, tidak hanya dalam ilmu agama, tetapi juga dalam bidang pengetahuan dan teknologi. Ia mencontohkan, di lingkungan pesantren, penggunaan ponsel dibatasi untuk menjaga fokus santri pada pembinaan moral dan akhlak.

Di kesempatan yang sama, Bupati Arief juga memaparkan program pembangunan infrastruktur yang tengah digencarkan Pemkab Blora. “Tahun 2025 ini, kami membangun 103 ruas jalan sebagai upaya memperlancar akses ekonomi masyarakat. Meskipun kondisi keuangan daerah terbatas, semangat pembangunan tidak akan surut,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kabar baik bagi dunia pesantren, yaitu rencana pemerintah pusat untuk membentuk Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam mendukung kemajuan lembaga pendidikan berbasis pesantren.

“Ini wujud nyata komitmen negara dalam mendukung kemajuan lembaga pendidikan berbasis pesantren,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran Dirjen Pesantren nanti mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam bidang pendidikan serta pemberdayaan ekonomi santri.

Menutup sambutannya, Gus Arief mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, dan umat demi mewujudkan Blora yang maju dan berkelanjutan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.