MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Menjadi orang yang rendah hati adalah hal yang mulia dan dapat memberikan banyak manfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain di sekitar kita.
Rendah hati tidak hanya sekedar sikap atau perilaku, tetapi juga merupakan keadaan batin yang memancarkan ketulusan dan keikhlasan dalam segala hal.
Untuk menjadi orang yang rendah hati, pertama-tama penting untuk memiliki kesadaran akan kebesaran Allah SWT dan keterbatasan diri kita sebagai makhluk-Nya.
Langkah berikutnya adalah meningkatkan rasa empati dan pengertian terhadap orang lain.
Dengan memahami perasaan dan pengalaman orang lain, kita dapat lebih menghargai kontribusi dan nilai yang mereka bawa dalam kehidupan kita.
Selain itu, menjadi rendah hati juga berarti bersedia belajar dan menerima masukan atau kritik dengan lapang dada, tanpa merasa tersinggung atau defensif.
Mengutip Bincangsyariah.id, dalam kitab Irwa’ul Ghalil karya Muhammad Nashiruddin Al Albani tertulis sebuah doa yang berasal dari sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, yang bisa membantu kita untuk bisa menjadi hamba yang rendah hati. Doa tersebut adalah sebagai berikut:
اللهم أحيني مسكينا وأمتني مسكينا واحشرني في زمرة المساكين
Allahuma ahyini miskinan, wa amitni miskinan, wahsyurni fi zumratil masakin
Ya Allah hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati dan matikanlah aku dalam keadaan khusyu dan rendah hati dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyu dan rendah hati (HR Tirmidzi)
Doa tersebut bisa menjadi senjata ampuh bagi setiap muslim yang menginginkan dirinya menjadi hamba yang rendah hati. Mengapa banyak dari kita menginginkan agar dapat memiliki sifat rendah hati? Ketahuilah bahwa hamba yang rendah hati itu akan mendapatkan kemulian di dunia dan akhirat.
Kemulian tersebut bukan tujuan awal dari rendah hati itu sendiri, melainkan hadiah dari Allah yang memang disediakan untuk hambanya yang bisa rendah hati. Tidak perlu berpura-pura baik di depan mata manusia, namun Allah akan derajatnya di dunia dan di akhirat.
Keterangan tersebut merujuk pada sebuah hadis yang berasal dari Abi Hurairah, ia berkata bahawa Nabi Muhammad bersabda:
ما نقضت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو الا عزا وما توضع أحدا لله الا رفعه الله
Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat rendah hati’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim).
Demikian penjelasan terkait doa agar dijadikan orang yang rendah hati. Sejatinya, menjadi orang yang rendah hati adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Butuh waktu dan usaha untuk menumbuhkan sifat ini. Namun, dengan tekad dan kesabaran, dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan dicintai oleh banyak orang. (**)