MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik ke-266, meninggal dunia pada usia 88 tahun pada Senin, 21 April 2025. Sebelum wafat, beliau sempat dirawat intensif akibat pneumonia bilateral, sebuah infeksi serius yang menyerang kedua paru-paru.
Apa Itu Pneumonia Bilateral?
Pneumonia bilateral, atau dikenal juga sebagai pneumonia ganda, adalah infeksi yang memengaruhi kedua sisi paru-paru. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan penumpukan cairan atau nanah di alveoli, kantung udara kecil di paru-paru, yang mengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Akibatnya, penderita mengalami kesulitan bernapas dan penurunan kadar oksigen dalam darah.
Penyebab dan Faktor Risiko
Pneumonia bilateral dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk:
- Bakteri: Seperti Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus.
- Virus: Termasuk virus influenza dan SARS-CoV-2.
- Jamur: Seperti Pneumocystis jirovecii, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena pneumonia bilateral meliputi usia lanjut, penyakit kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan kebiasaan merokok.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala pneumonia bilateral bisa berkembang dengan cepat dan meliputi:
- Demam tinggi dan menggigil
- Batuk dengan dahak berwarna kuning atau hijau
- Sesak napas dan napas cepat
- Nyeri dada yang memburuk saat bernapas atau batuk
- Kelelahan ekstrem dan kebingungan, terutama pada lansia
Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan pneumonia bilateral tergantung pada penyebabnya:
- Antibiotik: Untuk infeksi bakteri.Mayo Clinic
- Antivirus: Jika disebabkan oleh virus tertentu.
- Antijamur: Untuk infeksi jamur.Radiopaedia
Perawatan tambahan mungkin termasuk oksigen tambahan, cairan intravena, dan terapi pernapasan. Pencegahan meliputi vaksinasi, menjaga kebersihan tangan, berhenti merokok, dan mengelola kondisi kesehatan kronis.
Pneumonia bilateral adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Kematian Paus Fransiskus menjadi pengingat akan bahaya penyakit ini, terutama bagi individu dengan faktor risiko tinggi. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan. (**)