Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza melalui Yordania.
Rencana ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania di Jakarta.
Menurut Sjafrie, Indonesia menyiapkan hingga 20.000 prajurit dengan fokus kemampuan kesehatan dan konstruksi.
Pengiriman pasukan dipertimbangkan setelah pemerintah melihat tanda-tanda upaya perdamaian antara Palestina dan Israel.
Situasi seperti gencatan senjata dan pelucutan senjata dinilai membuka ruang bagi penjagaan stabilitas jangka panjang.
Pasukan nantinya bertugas menjaga perdamaian agar proses politik dapat berjalan lebih efektif.
Namun keikutsertaan Indonesia masih menunggu persetujuan beberapa pihak internasional.
Salah satu alternatif adalah mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Alternatif lainnya adalah persetujuan dari organisasi internasional yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat.
Indonesia juga menunggu kesepakatan dari lima negara regional yang dinilai memiliki kompetensi dalam isu Gaza.
Negara-negara tersebut adalah Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Sjafrie menambahkan bahwa Israel juga harus memberikan persetujuan karena merupakan pihak penting dalam konflik tersebut.
Indonesia menyatakan siap terlibat apabila seluruh pihak terkait memberikan restu.
Sjafrie menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia bertujuan menjaga perdamaian dan mendukung stabilitas jangka panjang.
Ia menilai bahwa keputusan ini membutuhkan pembahasan mendalam sebelum dapat direalisasikan.