Sabtu, April 25, 2026

Prabowo Kesal Kasus Keracunan Dibesar-besarkan Seolah MBG Gagal

Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meski diwarnai kasus keracunan di sejumlah daerah.

Menurutnya, kasus tersebut hanya sebagian kecil dari total penerima manfaat, sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk menyebut program itu gagal.

Dalam pidatonya di sidang senat terbuka wisuda Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, Prabowo menyebut sekitar 8.000 anak mengalami gangguan pencernaan dari total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan.

Angka itu, kata dia, setara 0,0008 persen dari keseluruhan penerima, yang berarti 99,99 persen distribusi MBG berjalan dengan baik.

Ia menilai, sebagian pihak membesar-besarkan kasus keracunan seolah-olah program tersebut sepenuhnya gagal.

Prabowo menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi agar ke depan tidak ada satu pun anak yang sakit akibat makanan MBG.

Ia juga memerintahkan agar seluruh dapur MBG dilengkapi peralatan sanitasi terbaik dan menerapkan standar kebersihan tinggi.

“Kita mau zero error, zero defect, walaupun sulit, tapi kita harus menuju ke sana,” ucap Prabowo.

Ia juga meminta para guru membiasakan anak mencuci tangan sebelum makan dan menggunakan alat makan yang bersih.

Selain menjadi program prioritas nasional, MBG kini menarik perhatian dunia.

Prabowo mengungkap bahwa lembaga internasional seperti Rockefeller Institute menilai inisiatif Indonesia sebagai langkah strategis dalam pemberantasan kelaparan global.

Menurutnya, sejak MBG diluncurkan, jumlah negara yang menjalankan program makan gratis meningkat dari 77 menjadi 112 negara, dan banyak yang meniru model Indonesia.

Hingga kini, tercatat sudah ada 12.205 dapur MBG yang tersebar di seluruh Indonesia dan melayani sekitar 36,2 juta penerima manfaat setiap hari.

Jumlah itu disebut setara dengan tujuh kali populasi Singapura.

Selain meningkatkan gizi anak-anak sekolah, program MBG juga membuka lapangan kerja bagi warga.

Setiap dapur MBG mempekerjakan sekitar 50 orang dan melibatkan hingga 15 pemasok bahan pangan di tingkat desa.

Setiap pemasok mempekerjakan 5 hingga 10 petani lokal, menciptakan efek ekonomi berantai yang signifikan.

Prabowo menegaskan, program MBG bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal kesejahteraan dan kemandirian ekonomi bangsa.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.