Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa syukur karena Indonesia mampu menangani bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggunakan kekuatan sendiri tanpa bantuan dari negara lain.
Ia menilai musibah ini menjadi ujian besar bagi negara, namun sekaligus menunjukkan ketangguhan Indonesia dalam menghadapi situasi darurat.
Prabowo menjelaskan bahwa penanganan bencana memerlukan upaya sangat berat, termasuk distribusi BBM yang harus dikirim melalui pesawat dan kapal akibat banyaknya jembatan yang rusak.
Prabowo menegaskan bahwa meski situasi di lapangan sangat berat, pemerintah terus bekerja keras memastikan seluruh kebutuhan darurat dapat terpenuhi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia belum membuka pintu bagi bantuan asing karena pemerintah masih menilai kemampuan nasional mencukupi.
Menurut Sugiono, bantuan luar negeri baru akan diminta jika benar-benar dibutuhkan, namun saat ini Indonesia dinilai mampu mengatasi krisis dengan sumber daya sendiri.