Sabtu, April 25, 2026

Putri Blora Raih Gelar Guru Besar Untag Surabaya, Bupati Arief Ungkap Rasa Bangga

Blora kembali menorehkan kebanggaan. Salah satu putri terbaik daerah, Prof. Dr. Fajar Astuti Hermawati, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (16/9/2025).

Acara pengukuhan ini turut dihadiri Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut, pencapaian ini bukan hanya prestasi pribadi, melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Blora.

“Selamat, ini luar biasa. Putri asli Blora yang lahir di tengah hutan kini dikukuhkan sebagai guru besar. Pencapaian ini bisa menginspirasi generasi muda Blora,” ucap Arief yang ternyata merupakan adik kelas Prof. Fajar semasa di SMAN 1 Blora.

Prof. Fajar yang lahir pada 10 September 1972 dikenal sejak kecil sebagai sosok aktif dan berprestasi. Mengenyam pendidikan dasar hingga menengah di Blora, ia aktif di OSIS, pramuka, hingga mengikuti Jambore Nasional 1981 di Cibubur.

Selepas lulus SMA, ia diterima di tiga perguruan tinggi bergengsi: STAN, ST Telkom, dan ITS. Akhirnya ia meniti jalan akademik, hingga menjadi dosen di Untag Surabaya sejak 1997.

Selain berkarier di kampus, Prof. Fajar juga pernah melakukan penelitian di Blora pada tahun 2016, 2017, dan 2019. Bupati Arief berharap, pengukuhan ini menjadi pintu pembuka kerja sama lebih erat antara Pemkab Blora dengan Untag Surabaya, terutama dalam bidang pengembangan SDM dan program beasiswa.

Di balik kiprahnya, Prof. Fajar dikenal sederhana, pekerja keras, sekaligus sosok yang penuh kasih sebagai ibu rumah tangga. Filosofinya dalam memasak untuk keluarga pun ia maknai sebagai cara mendidik: berani mencoba hal baru, menerima kegagalan sebagai ilmu, dan menjadikannya langkah menuju sukses.

Dalam rekam jejak akademiknya, Prof. Fajar pernah meraih hibah World Class Professor (WCP) Tahun 2022, serta terlibat dalam Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Covid-19 (TFRIC19) bersama 11 perguruan tinggi lain di Indonesia.

Pamannya, Hendro Basuki, yang turut hadir dalam pengukuhan menyebut, keluarga besar Prof. Fajar memiliki DNA guru yang kental. Ia berharap sang profesor dapat terus setia pada ilmu, sekaligus mengembangkan konsep nasionalisme berbasis teknologi yang relevan di era sekarang.

Dengan perjalanan panjangnya, Prof. Fajar menjadi teladan bahwa pendidikan, kerja keras, dan dedikasi dapat mengantarkan seseorang mencapai puncak prestasi, tanpa melupakan akar daerah asalnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.