Kamis, April 16, 2026

Rahayu Saraswati Putuskan Mundur dari DPR: Permintaan Maaf atas Ucapan yang Viral Jadi Alasan Utama

Politikus Partai Gerindra sekaligus keponakan Presiden Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPR RI. Kepastian itu disampaikan langsung melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Rabu (10/9/2025).

Dalam pernyataannya, Sara, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa keputusan mundur merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus permohonan maaf atas ucapan yang menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

“Dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai anggota DPR Fraksi Gerindra,” ujar Sara dalam video tersebut.

Sara menjelaskan bahwa pengunduran dirinya tidak lepas dari polemik yang muncul akibat potongan video podcast lama yang kembali beredar luas. Video itu berasal dari wawancara pada Februari 2025, yang kembali viral Agustus lalu.

Dalam potongan singkat tersebut, Sara menyampaikan pandangan bahwa anak muda harus menciptakan lapangan kerja sendiri dan tidak terlalu bergantung pada pemerintah. Ucapan itu kemudian memicu pro dan kontra di publik, karena dianggap menyinggung masyarakat kecil yang masih bergantung pada bantuan pemerintah.

Sara mengakui sepenuhnya bahwa ucapannya melukai perasaan sebagian rakyat.

“Saya sadar ucapan saya telah menyakiti hati rakyat. Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh karena itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya,” katanya.

Sara juga meminta publik untuk menonton versi lengkap rekaman tersebut agar memahami konteks pembicaraan secara utuh.

Meski mengundurkan diri, Sara berharap tetap bisa menyelesaikan satu tugas terakhirnya di DPR, yakni pembahasan dan pengesahan RUU Kepariwisataan yang sedang dibahas di Komisi VII.

“Saya mohon izin untuk menyelesaikan satu tugas terakhir saya, yaitu pembahasan RUU Kepariwisataan,” ungkapnya.

RUU ini dianggapnya penting karena menyangkut masa depan industri pariwisata Indonesia yang harus lebih adaptif, berkelanjutan, dan melibatkan generasi muda.

Sara juga menegaskan bahwa meski mundur dari DPR, ia tidak akan berhenti melayani masyarakat. Ia berkomitmen untuk tetap menyalurkan sisa dana daerah pemilihannya kepada warga, dalam bentuk bantuan sosial maupun program pemberdayaan.

Program tersebut mencakup pembagian alat kesehatan, pelatihan kewirausahaan, serta kegiatan yang mendukung isu-isu sosial seperti pemberdayaan perempuan, pencegahan perdagangan orang, pengelolaan sampah, krisis iklim, hingga transisi energi terbarukan.

Selain itu, Sara menyampaikan terima kasih kepada konstituen di Dapil Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu, serta memohon maaf apabila selama masa jabatannya ada kekurangan dalam melaksanakan tugas sebagai wakil rakyat.

“Saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. Sekali lagi, saya mohon maaf atas semua kekhilafan dan ucapan saya yang menyinggung,” kata Sara.

Keputusan mundur ini disebut Sara sebagai langkah berat, tetapi harus diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus refleksi diri. Ia berharap ke depan tetap bisa berkontribusi untuk masyarakat, meski tidak lagi berada di parlemen.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.