Kamis, April 23, 2026

Royalti Puluhan Juta Cuma Cair Ratusan Ribu, Ari Lasso Bongkar Dugaan Salah Transfer WAMI

Penyanyi senior Ari Lasso melontarkan kritik pedas kepada Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Wahana Musik Indonesia (WAMI) terkait royalti yang diterimanya. Melalui akun Instagram pribadinya, mantan vokalis Dewa 19 itu mengungkapkan kekecewaannya atas nominal royalti yang sangat kecil dan dugaan salah transfer ke rekening orang lain.

Dalam unggahannya yang dilihat Selasa (12/8/2025), Ari menyoroti adanya setoran royalti bernilai puluhan juta rupiah ke LMK, namun yang sampai ke tangannya hanya ratusan ribu.

“WAMI is A JOKE. Saya bingung membaca dari sekian puluh juta yang menetes hanya 700an ribu, saya telpon sahabat saya Mas Meidy Aquarius @meidif yang sempat di WAMI, dia pun juga bingung, dan menjawab gue udah gak di Wami….” tulis Ari Lasso.

Yang membuat Ari semakin geram, dalam surat dari WAMI nama penerima hak bukan dirinya, melainkan “Mutholah Rizal” yang tidak ia kenal.

“Kekonyolan yg PALING HEBAT ADALAH ANDA TRANSFER KE Rekening ‘Mutholah Rizal’. Terus hitungan ini laporan Ari Lasso itu punya saya ato punya Pak Mutholah Rizal. Atau hitungan itu punya saya tapi Wami salah transfer ke Mutholah Rizal,” ujarnya.

Ari pun menilai kesalahan ini sebagai kecerobohan yang layak diperiksa oleh lembaga negara.

“Sebuah Lembaga dengan manajemen yang (maaf) SANGAT BURUK yang sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dalam hal ini Dirjen Pajak, dan yang pasti merugikan banyak musisi anggota anda. Banyak ‘permainan’ atau kecerobohan yang Cukup LAYAK rasanya UNTUK DIPERIKSA LEMBAGA NEGARA dalam hal ini mungkin BPK, KPK, atau BARESKRIM. Bukan untuk menghukum tapi menjadikan @wami.id sebgai sebuah lembaga yg kredibel,” tulisnya.

Ari mengaku dirinya bukan orang yang serakah, namun sebagai pelaku industri musik, ia berhak mendapatkan bagian yang semestinya.

“Saya bukan orang yang KEMARUK dan SERAKAH tapi juga orang yang butuh uang sebagai hak wajar dari bagian kecil pelaku industri yang bisa mebuat anda menagih royalti ke sana sini. Dan saya bersyukur saya juga performer yang masih bisa mendapat penghasilan dari manggung. PujI TUHAN,” tambahnya.

Pihak WAMI merespons keluhan Ari melalui pesan WhatsApp yang kemudian diunggah kembali oleh Ari. Tim Membership WAMI meminta maaf atas kendala yang dialami dan ingin memberikan klarifikasi lewat telepon.

Namun, Ari menolak dan meminta tanggapan diberikan secara terbuka di Instagram miliknya.

“Silakan tanggapi dulu secara terbuka di Instagram saya dan baru mengklarifikasi, dan itu bukan kendala. Itu kecerobohan yang bodoh. Kendala itu kalau saya mau ambil duit tapi belum bisa keluar,” tegas Ari.

WAMI mengklaim telah menanggapi di Instagram mereka, termasuk oleh Presiden Direktur WAMI yang juga anggota Kla Project, Adi Adrian. Tetapi Ari bersikeras agar klarifikasi dilakukan di akun pribadinya.

“Tanggapi di akun saya dong, jangan bersikap angkuh. Bila memang anda salah, akui kekeliruan itu dan apabila saya yang salah silakan Counter. Jangan melalui akun kalian. Musisi dan publik menunggu,” ujarnya.

Kekecewaan mendalam membuat Ari memutuskan membebaskan lagu-lagunya untuk diputar oleh siapa pun tanpa membayar royalti.

“Untuk semua teman pemain band, penyanyi wedding, event, cafe… SAYA MEMBEBASKAN ANDA MEMUTAR DAN MEMAINKAN LAGU-LAGU HITS saya… SILAKAN… PERCUMA ANDA MEMBAYAR tapi pengelolaannya kayak gini,” ungkapnya.

Polemik royalti musik ini mencuat di tengah aturan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum yang mewajibkan pelaku usaha memutar musik di ruang publik untuk membayar royalti. Sejumlah musisi lain seperti Dewa 19, Charly Van Houten, Rhoma Irama, Thomas Ramdhan GIGI, hingga Juicy Luicy juga telah membebaskan lagu mereka diputar di ruang publik tanpa pungutan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.