Jumat, Juni 19, 2026

Sahkan Damai Iran-AS, Pemimpin Tertinggi Iran Blak-blakan Sebut Trump Sedang Putus Asa!

Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat mendapat persetujuan dari pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Meski sempat menyimpan keberatan terhadap isi perjanjian tersebut, Mojtaba akhirnya memberikan restu setelah menerima jaminan bahwa kepentingan nasional Iran tetap menjadi prioritas dalam proses negosiasi.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Mojtaba menyampaikan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Teheran dan Washington telah resmi ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, kesepakatan itu merupakan hasil kerja panjang para pejabat kedua negara di tengah situasi yang penuh ketegangan.

Mojtaba turut mengapresiasi upaya para pejabat Iran yang terlibat dalam perundingan. Namun, ia menilai pihak Amerika Serikat memiliki kepentingan yang lebih mendesak untuk segera mengakhiri konflik.

“Dalam proses mencapai tahap ini, para pejabat, tentu dengan belas kasih dan niat baik, telah melakukan banyak upaya. Dan tentu saja, Presiden AS-lah yang, karena putus asa, menggunakan berbagai titik tawar untuk tujuan ini,” ujar Mojtaba dalam pernyataannya.

Pernyataan tersebut menjadi tanggapan publik pertama Mojtaba setelah tercapainya kesepakatan yang ditandatangani secara jarak jauh oleh Pezeshkian dan Trump pada Rabu (17/6) waktu setempat.

Perjanjian tersebut memuat sejumlah poin penting, di antaranya penghentian permanen permusuhan di berbagai wilayah konflik termasuk Lebanon, penerapan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali jalur perdagangan melalui Selat Hormuz, pencabutan blokade dan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, hingga pembahasan proyek rekonstruksi senilai US$300 miliar.

Jika seluruh komitmen dijalankan, kesepakatan itu dinilai dapat membuka jalan bagi Iran untuk kembali berpartisipasi lebih luas dalam perekonomian global.

Mojtaba mengungkapkan bahwa dirinya sempat memiliki pandangan berbeda terkait MoU tersebut. Namun ia akhirnya memberikan persetujuan setelah Presiden Pezeshkian dan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran berkomitmen menjaga hak-hak rakyat Iran serta kepentingan kelompok yang selama ini menjadi sekutu Teheran.

“Pada prinsipnya, saya memiliki pandangan yang berbeda (mengenai nota kesepahaman), tetapi saya memberikan izin saya karena komitmen yang diberikan oleh Presiden (Iran) yang terhormat, sebagai ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, atas nama dirinya sendiri dan anggota lainnya untuk melindungi hak-hak bangsa Iran dan Front Perlawanan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa perundingan lanjutan secara langsung dengan Washington tidak boleh diartikan sebagai bentuk penerimaan terhadap seluruh tuntutan yang diajukan Amerika Serikat.

Sementara itu, dari pihak AS, Trump sebelumnya mengakui bahwa kondisi pasokan minyak dunia menjadi salah satu alasan penting perlunya penyelesaian konflik dengan Iran. Dalam KTT G7 di Prancis, ia memperingatkan bahwa dunia dapat menghadapi kekacauan pasar energi apabila kesepakatan tidak tercapai dan jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap terganggu.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.