Kamis, Juni 18, 2026

Soal Diskusi Pejabat Di UGM, Inayah Wahid Menyebutnya Product Marketing Alias Sales

Diskusi bersama para pejabat di UGM masih menyisakan sorotan dari berbagai sudut pandang. Putri bungsu Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wahid, turut menanggapi polemik yang muncul setelah sejumlah pejabat pemerintahan mendapat penolakan dari mahasiswa saat menghadiri forum diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Peristiwa tersebut melibatkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono. Kehadiran ketiganya dalam forum kampus memicu protes dari sebagian mahasiswa hingga acara menjadi sorotan publik.

Melalui unggahannya di media sosial, Inayah menyoroti komposisi narasumber yang dinilainya berasal dari kelompok dengan pandangan politik yang serupa. Ia juga menyinggung rekam jejak moderator yang menurutnya memiliki kecenderungan yang sama.

“Kalo narsum 3 orang sejenis dan dari kubu yang sama semua, dengan host yang punya track record bias ke kelompok yang sama, itu namanya bukan diskusi, tapi product marketing. Pelakunya biasanya disebut sales,” tulis Inayah, Rabu (17/6/2026).

Menurut Inayah, forum akademik idealnya menghadirkan beragam perspektif agar tercipta pertukaran gagasan yang kritis dan berimbang. Ia menilai keberagaman sudut pandang menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas diskusi di lingkungan kampus.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perdebatan yang berkembang mengenai dinamika kebebasan akademik, ruang kritik mahasiswa, serta pentingnya keseimbangan narasumber dalam forum-forum diskusi kampus.

Komentar Inayah pun memicu beragam tanggapan di media sosial. Sebagian pihak menilai kritik tersebut relevan dengan tradisi akademik yang mengedepankan pertukaran gagasan dari berbagai perspektif, sementara pihak lain menilai perbedaan pandangan seharusnya tetap disampaikan dalam koridor dialog terbuka.

Peristiwa di UGM tersebut kembali memunculkan diskusi publik mengenai pentingnya menjaga ruang akademik sebagai wadah pertukaran ide yang inklusif, kritis, dan berimbang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.