Hampir dua tahun setelah ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 berakhir, para atlet dan pelatih di Riau masih menanti pelunasan bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Hingga pertengahan 2026, bonus yang diterima baru mencapai sekitar 45 persen dan pencairannya dilakukan secara bertahap sejak September 2025.
Atlet angkat besi Riau, Maharani, mengaku baru menerima Rp64,5 juta atau 45 persen dari bonus medali perak senilai Rp150 juta. Setelah dipotong pajak, uang yang diterimanya hanya sekitar Rp60 juta.
Kekecewaan para atlet semakin memuncak karena janji pelunasan pada awal 2026 belum juga terealisasi. Atlet renang Riau, Vanessa Evato, mempertanyakan alasan efisiensi anggaran yang kerap disampaikan pemerintah daerah, sementara berbagai acara hiburan dan konser dengan menghadirkan artis nasional tetap digelar.
Situasi tersebut disebut mulai berdampak pada semangat para atlet. Atlet senam Riau, Puja, mengaku banyak atlet kini merasa khawatir berprestasi karena takut hak mereka tidak dipenuhi. Bahkan, pelatih Ahmad Markos mengungkapkan sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga mulai mempertimbangkan pindah membela provinsi lain.
Menanggapi keluhan tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen melunasi bonus para atlet. Namun, ia mengakui pencairan masih menunggu ketersediaan anggaran.
“Kalau sudah ada uangnya nanti akan dicairkan. Doakan saja dananya segera ada,” ujar SF Hariyanto.
Meski memastikan bonus akan dibayarkan, SF Hariyanto belum dapat memberikan kepastian waktu pelunasannya. Ia hanya menegaskan Pemprov Riau akan berupaya menyelesaikan kewajiban tersebut secepat mungkin.