JAYAPURA – Rencana aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jayapura berujung pada diamankannya 78 pelajar oleh Polres Jayapura, Selasa (15/9/2026). Para siswa tersebut diduga hendak mengikuti aksi unjuk rasa yang digelar oleh Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP).
Para pelajar diamankan secara humanis di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Pos 7 Sentani dan BTN Matoa Sentani. Setelah diamankan, mereka dibawa ke Mapolsek Sentani Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan menegaskan bahwa langkah tersebut bukan merupakan penangkapan. Ia menyebut pengamanan dilakukan secara persuasif dan memastikan tidak ada tindakan kekerasan terhadap para pelajar.
Menurut aparat, pengamanan dilakukan karena para pelajar masih berada dalam jam belajar. Langkah tersebut bertujuan menjaga kondisi tetap kondusif sekaligus memastikan para siswa kembali dalam pengawasan sekolah.
Aksi tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Papua. Aspirasi yang disampaikan para pelajar menjadi sorotan karena muncul di tengah berbagai respons masyarakat terhadap implementasi program tersebut di sejumlah daerah.
Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan mengenai cara pemerintah dan aparat dalam menangani penyampaian pendapat oleh pelajar.
Di satu sisi, aspek keamanan dan kewajiban siswa untuk mengikuti kegiatan belajar menjadi perhatian, sementara di sisi lain ruang penyampaian aspirasi pelajar juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendataan dan koordinasi terkait penanganan para pelajar yang diamankan tersebut.