Senin, Agustus 3, 2026

Mural Tritura di Kampus Trisakti Dihapus, Mahasiswa Pertanyakan Ruang Kritik Publik

Penghapusan mural bertuliskan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) di tembok depan Universitas Trisakti memicu protes dari kalangan mahasiswa. Mural yang dibuat oleh mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain pada Sabtu (1/8/2026) itu dihapus oleh petugas keesokan harinya, Minggu (2/8/2026).

Menteri Kepresidenan Luar Negeri Universitas Trisakti, Arief Rizquna, mengatakan mural tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi dan kritik terhadap pemerintah melalui media seni. Menurutnya, mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain selama ini kerap menggunakan karya visual sebagai sarana menyampaikan gagasan dan keresahan sosial.

Arief mengaku penghapusan mural di area depan kampus bukan kali pertama terjadi. Ia mempertanyakan alasan di balik tindakan tersebut, apakah semata-mata untuk menjaga estetika lingkungan atau justru sebagai bentuk pembatasan terhadap ruang kritik mahasiswa.

Menurut Arief, semangat Tritura yang kembali diangkat mahasiswa masih relevan dengan kondisi saat ini. Tiga tuntutan yang disuarakan meliputi pemulihan ekonomi nasional, peningkatan kompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami mempertanyakan, apakah mural ini dihapus hanya karena alasan estetika atau ada ketakutan terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa,” ujar Arief.

Mahasiswa Trisakti menegaskan akan terus menyampaikan aspirasi melalui berbagai medium, termasuk karya seni, meski mural yang mereka buat berulang kali dihapus. Mereka menilai penyampaian kritik merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang harus tetap dijaga dalam kehidupan demokrasi.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.