Polemik pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai isu nuklir di Timur Tengah kini mendapat respons langsung dari Kedutaan Besar Iran di Indonesia.
Setelah pernyataan Prabowo ramai diperbincangkan dan cuplikan pidatonya viral di media sosial, Kedubes Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran tidak memiliki dan tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir.
Melalui akun resmi X @IraninIndonesia, Kedubes Iran menyatakan, “The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya,” dalam unggahan yang disampaikan pada Minggu (2/8).
Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menegaskan program nuklirnya dijalankan secara “Transparan, Damai, dan Sesuai Hukum Internasional.”
Kedubes menyebut aktivitas nuklir Iran berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan energi, kesehatan, serta penelitian sesuai Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Respons itu muncul setelah pidato Prabowo dalam pertemuan bersama pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada 31 Juli 2026. Saat itu, Prabowo membahas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan mengutip kekhawatiran yang berkembang bahwa apabila Iran disebut memiliki senjata nuklir, negara-negara lain di kawasan berpotensi mengikuti langkah serupa.
Pidato tersebut sempat menjadi perhatian publik karena siaran langsung mendadak terputus saat Prabowo menyinggung isu nuklir. Menanggapi polemik yang berkembang, pengamat geopolitik Timur Tengah Faisal Assegaf menegaskan bahwa Prabowo tidak menyatakan Iran memiliki senjata nuklir, melainkan mengutip tudingan atau kekhawatiran yang selama ini disampaikan oleh Amerika Serikat dan Israel.