Minggu, Agustus 2, 2026

Alasan Minta Anak Muda Baca Buku Penulis Barat, Pigai : Kalau Orang Indonesia Nulis Itu Subjektif

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menjelaskan alasan di balik pernyataannya yang merekomendasikan generasi muda membaca buku karya penulis Barat. Menurutnya, pandangan tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat belajar menulis sejak masih muda.

Melalui unggahan di akun X dan Instagram pribadinya, Minggu (2/8/2026), Pigai mengatakan rekomendasi itu didasarkan pada pesan yang pernah ia terima dari budayawan sekaligus rohaniawan Romo Y.B. Mangunwijaya.

“Beliau pula yang mengajarkan saya buku seperti apa yang saya harus baca,” tulis Pigai.

Pigai mengaku juga pernah ditantang Romo Mangun untuk menulis sejarah Papua secara objektif.

“Natalius, kau bisa enggak nulis buku sejarah Papua tetapi objektif? Tidak boleh melibatkan perasaanmu sebagai orang Papua agar isinya berkualitas dan objektif,” kenang Pigai mengutip pesan tersebut.

Menurut Pigai, tantangan itu mendorongnya menerbitkan buku Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Politik di Papua pada usia 21 tahun. Ia menyebut karya tersebut kemudian menjadi salah satu bekal dalam perjalanan kariernya.

Sebelumnya, Pigai sempat menuai perhatian setelah menyarankan masyarakat membaca buku karya penulis Barat atau versi terjemahannya.

“Baca saja buku yang dikarang oleh orang Barat atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Kenapa? Karena kalau orang Indonesia nulis itu sesuai versinya dan subjektif,” ujar Pigai.

Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan di ruang publik. Meski demikian, Pigai menegaskan tujuannya adalah mendorong generasi muda memperluas wawasan, membiasakan budaya membaca, dan mengedepankan cara berpikir yang objektif.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.