Sabtu, April 18, 2026

Satu Relawan Gugur, Empat Luka-luka dalam Insiden Listrik di Markas USS Sokaraja

MELIHAT INDONESIA, BANYUMAS – Sebuah insiden kelam menghantam markas Unit Siaga SAR (USS) Sokaraja, Banyumas, Kamis malam (27/3/2025). Dalam suasana yang semula hanya berniat memperbaiki alat komunikasi, musibah justru merenggut nyawa salah satu anggota tim Rescue Basarnas dan melukai empat relawan lainnya.

Malam itu, sekitar pukul 20.25 WIB, gangguan terlihat pada antena ripiter yang berdiri kokoh di depan pos USS Banyumas. Robohnya antena tersebut bukan hanya merusak alat komunikasi vital, tetapi juga menjatuhi jaringan listrik utama milik PLN. Sejumlah anggota yang sedang bertugas langsung bergerak cepat melakukan perbaikan. Mereka adalah Suyanto, Sudimin, Ilham, Satrio, dan Bayu.

Namun, langkah cepat itu berubah jadi petaka. Percikan arus listrik dari kabel yang tergilas antena langsung menjalar ke tanah basah, menyambar kelima anggota yang berada di sekitar area. Tak sempat menghindar, mereka semua tersengat.

Dari balik pos jaga, dua anggota lainnya, Panggih dan Irfanda, mendengar jeritan keras dari Bayu yang seketika membuat suasana panik. “Kami langsung lari ke lokasi, waktu itu kami dengar teriakannya cukup kencang,” kata Kepala USS Basarnas Banyumas, Trisno.

Upaya penyelamatan pun dilakukan secepat mungkin. Tiga orang korban, termasuk Bayu yang kondisinya kritis, segera dilarikan ke RS Margono Purwokerto. Namun, takdir berkata lain. Tim medis menyatakan Bayu meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan detak jantung melalui EKG. “Hasil EKG menunjukkan jantung Bayu sudah tidak berdetak,” ungkap Trisno dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Sudimin dan Suyanto yang sempat ikut tersengat dinyatakan mengalami luka bakar cukup berat di tangan dan kaki. Keduanya kini masih menjalani perawatan intensif. Sedangkan dua anggota lainnya, Ilham dan Satrio, mengalami luka ringan dan sudah dalam kondisi stabil.

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi keluarga besar USS dan komunitas relawan SAR di Banyumas. Bukan hanya kehilangan rekan terbaik, tetapi juga menghadapi kenyataan pahit tentang betapa rentannya risiko di lapangan, bahkan dalam situasi yang dianggap sehari-hari.

“Kami sangat terpukul. Kami selalu mengutamakan keselamatan, tapi kejadian seperti ini benar-benar di luar dugaan,” ujar Trisno.

Kini, suasana duka masih menyelimuti Pos USS Sokaraja. Sejumlah relawan dan keluarga korban terus berdatangan memberikan doa dan dukungan. Bayu dikenang sebagai sosok yang ringan tangan dan tak pernah ragu membantu siapa pun dalam setiap operasi penyelamatan.

Musibah ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa di balik keberanian dan pengabdian relawan, selalu ada resiko yang mengintai di setiap detik pengabdiannya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.