MELIHAT INDONESIA – Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia, yang merupakan gangguan otak progresif yang perlahan menghancurkan memori, kemampuan berpikir, dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas sederhana.
Beberapa kebiasaan yang dapat memicu atau meningkatkan risiko terkena Alzheimer, termasuk yang berkaitan dengan gaya hidup dan kesehatan fisik, adalah sebagai berikut:
Mager dan Kurang Aktivitas Fisik
Malas bergerak atau kurang olahraga dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Aktivitas fisik membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan menjaga kesehatan sel-sel otak.
Kurang Stimulasi Mental
Otak membutuhkan tantangan mental yang konsisten untuk tetap aktif. Kurangnya aktivitas yang merangsang kognitif, seperti membaca, memecahkan teka-teki, atau belajar hal baru, dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Pola Makan Tidak Sehat
Pola makan tinggi lemak jenuh, gula, dan makanan olahan dapat berdampak buruk pada kesehatan otak. Diet seperti Mediterania, yang kaya akan buah, sayuran, ikan, dan lemak sehat, dapat membantu mencegah Alzheimer.
Kurang Tidur Berkualitas
Tidur yang tidak teratur atau gangguan tidur kronis bisa memicu perkembangan plak amiloid di otak, yang berhubungan dengan Alzheimer. Tidur yang cukup dan berkualitas penting untuk membersihkan racun di otak.
Merokok dan Konsumsi Alkohol Berlebihan
Kedua kebiasaan ini dapat merusak pembuluh darah, termasuk di otak, yang dapat meningkatkan risiko Alzheimer dan demensia lainnya.
Isolasi Sosial
Kurangnya interaksi sosial atau keterlibatan dalam kegiatan sosial dapat mempercepat penurunan kognitif. Tetap aktif secara sosial dapat membantu menjaga fungsi otak.
Stres Kronis
Stres berkepanjangan dapat memicu peradangan dan merusak sel-sel otak. Mengelola stres melalui meditasi, relaksasi, atau olahraga dapat membantu menjaga kesehatan mental. (*)