Kamis, Juni 25, 2026

Selain Timnas Indonesia, Ini 6 Jersey Kontroversial Tim Sepak Bola di Dunia

MELIHAT INDONESIA – Jersey baru kandang dan tandang tim nasional (timnas) sepak bola Indonesia memicu kontroversi para pecinta bola.

Desain dan kualitas jersey yang baru dirilis 18 Maret 2024 itu dinilai buruk, hingga memicu polemik.

Kegaduhan karena desain jersey tim sepak bola bukan kali ini saja terjadi.

Sejumlah tim sepak bola, bahkan timnas, mancanegara juga sempat bikin heboh jagat si kulit bundar karena perkara jersey.

Berikut Melihat Indonesia sajikan 6 jersey tim sepak bola yang kontroversial:

  1. Jersey tandang Fiorentina 1992-1993

Klub Serie A Italia asal kota Firenze ini pernah mengundang kemarahan publik saat merilis seragam tandangnya untuk musim kompetisi 1992-1993.

Jersey tandangnya dianggap mempromosikan simbol swastika yang lekat dengan sejarah kelam Nazi Jerman di era Perang Dunia II.

Apparel Lotto yang memproduksi jersey tersebut mengeluarkan seragam tandang berwarna dasar putih dengan motif pola-pola bergaris ungu di bagian dada dan lengannya.

Akan tetapi pola itu menimbulkan efek optik yang mirip simbol swastika di bagian dekat leher dan kerahnya.

Hal itu baru disadari publik Fiorentina menjelang akhir paruh pertama musim 1992-1993, yakni Desember 1992. Pihak klub dan apparel buru-buru menarik jersey tersebut untuk tidak dunakan lagi oleh tim.

  1. Jersey tandang Manchester United 1995-1996

Umbro, apparel yang menyeponsori Setan Merah untuk menjalani Liga Inggris 1995-1996 merilis jersey dengan warna dan motif yang bikin sial.

Seragamnya didesain dengan motif mikro berwarna abu-abu muda di bagian dada ke atas dan abu-abu tua di bagian dada ke bawah yang dipisahkan dua garis tebal horizontal hitam-merah.

Pelatih Manchester United (MU) saat itu, Sir Alex Ferguson sejak awal mengkritik desainnya. Ia sampai harus merekrut seorang peneliti dan akademisi untuk merangkap tugas sebagai “pelatih mata”.

Seragam tandang itu membuat para pemain kesulitan melacak rekan-rekannya karena efek optiknya membuat samar dengan kerumunan penonton. Sir Alex lalu memerintahkan ofisial tim menggantinya dengan jersey ketiga yang bermotif putih-biru.

  1. Jersey Timnas Kamerun Piala Afrika 2002

Pro dan kontra publik muncul saat Timnas Kamerun mengenakan jersey tandang dan kandang tanpa lengan untuk turnamen Piala Afrika 2002.

Kamerun menganggap jersey tersebut bertuah karena berhasil memenangi turnamen usai menang adu penalti dengan Senegal di partai final.

Namun, saat hendak mengikuti Piala Dunia 2002, FIFA melarang penggunaan jersey tersebut. Puma selaku apparel serta Federasi Sepakbola Kamerun akhirnya menambahkan lengan pada jersey yang dikenakan di Piala Dunia Korea-Jepang 2002.

  1. Jersey Timnas Kamerun 2004

Dua tahun setelah kegaduhan dengan jersey tanpa lengan, Timnas Kamerun dengan apparel Puma lagi-lagi bikin heboh dengan seragam “onesie”, jersey dengan baju dan celana yang menyatu seperti bodysuit.

Jersey tersebut dikenakan saat Piala Afrika 2004 di Tunisia.

FIFA sebenarnya sudah melarang penggunaan jersey tersebut, namun Kamerun tetap bersikukuh mengenakannya.

Timnas Kamerun akhirnya mendapat sanksi dari federasi sepakbola dunia itu berupa denda USD115 ribu dan pengurangan 6 poin di kualifikasi Piala Dunia 2006.

  1. Jersey Eropa Athletic Bilbao 2004-2005

Tim yang bermasain di La Liga Spanyol, Athletic Bilbao, ingin pemainnya mengenakan jersey kandang khusus versi Eropa saat mengikuti kompetisi antar klub di Benua Biru.

Artinya, jersey tersebut tidak digunakan di Liga Spanyol dan Copa del Rey atau Piala Raja Spanyol. Untuk itu, klub merekrut seniman Dario Urzay untuk mendesain jersey tersebut.

Namun, jersey khusus tersebut langsung panen kritik dan hujatan dari para penggemar. Urzay mendesiannya dengan corak unik berwarna merah yang diakuinya terinspirasi dari bercak-bercak darah.

Hanya saja bagi fans, jersey tersebut diejek sebagai “jersey saus tomat” karena mirip baju putih yang terkena noda saus tomat.

Menanggapi panen hujatan, pihak klub akhirnya batal menggunakannya secara resmi dan hanya sekali tampil di publik pada sebuah laga persahabatan.

  1. Jersey Timnas Jerman 2024

Adidas melarang suporter Timnas Jerman untuk memesan jersey terbaru dengan nomor 44. Hal ini disebabkan desain angka itu menyerupai lambang Schutzstaffel, unit elite Nazi yang didirikan diktator Adolf Hitler.

Langkah itu diambil usai merebaknya contoh desain jersey Jerman jika dipasangi nomor punggung 44. Jika dilihat kembali, ada kemiripan dengan logo SS yang memakai huruf Rune, sehingga mirip dengan dua simbol petir.

Federasi Sepakbola Jerman (DFB) dalam pernyataan resmi mengatakan desain angka untuk jersey baru Die Mannschaft sudah ditinjau oleh UEFA dan dalam prosesnya tak ada satupun pihak yang terlibat yang menilai adanya kemiripan antara angka 44 dengan simbol SS Nazi.

Itulah 6 jersey yang mengundang kontroversi dan polemik versi Melihat Indonesia, yang dirangkum dari berbagai sumber. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.