Sabtu, April 25, 2026

Serpihan Kaca Ditemukan di Nasi Program MBG Batam, SPPG Akui Lalai

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam jadi sorotan publik setelah siswa SMAN 04 Tiban, Kota Batam, Kepulauan Riau, menemukan serpihan kaca di dalam nasi MBG pada Selasa (23/9/2025). Kejadian ini viral di media sosial setelah foto siswa menunjukkan potongan kaca dari dalam makanan yang mereka konsumsi.

Ketua Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Rinaldi, membenarkan peristiwa tersebut.

“Betul pak, memang ada kejadian itu. Untuk konfirmasi lebih detail bisa langsung ke kepala SPPG atau pengelola dapur,” ujar Defri, Kamis (25/9/2025).

Ketua SPPG Tiban Indah II, Rafael, menjelaskan insiden berawal saat salah satu juru masak, Agung, tengah mempersiapkan perlengkapan memasak sekitar pukul 01.00 dini hari. Ketika memperbaiki tutup penggorengan telur berbahan kaca, alat itu tiba-tiba pecah dan mengenai tangannya hingga terluka.

“Saat itu serpihan kaca langsung disaring dan dibersihkan. Bahkan Agung sempat mengalami luka kecil di lengannya,” kata Rafael.

Meski sudah dibersihkan, potongan kaca diduga masih terbawa hingga masuk ke dalam nasi MBG yang dibagikan ke siswa. Rafael pun mengakui adanya kelalaian dari tim dapur.

“Saya mohon maaf kepada pihak sekolah dan masyarakat. Ini menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih berhati-hati ke depan,” ujarnya.

Agung, juru masak yang terlibat, mengaku terkejut saat mendengar ada serpihan kaca di nasi siswa. Ia menegaskan lokasi pecahnya kaca jauh dari tempat memasak nasi.

“Pecahnya di depan kompor waktu perakitan tutup penggorengan, jaraknya sekitar tiga meter dari tempat masak nasi. Saya juga baru tahu dikabarin admi (Dapur),” jelasnya.

Rekan kerjanya, Rifaldi, juga menyatakan heran dengan temuan tersebut. Menurutnya, kecil kemungkinan serpihan kaca sampai masuk ke nasi karena saat itu proses memasak belum dimulai.

“Tempat masak nasi dengan lokasi pecahnya kaca itu cukup jauh. Kami juga heran kenapa bisa sampai ada serpihan di tray nasi,” katanya.

Rafael menegaskan pihaknya sudah meminta maaf kepada pihak sekolah, siswa, dan orang tua murid.

“Kami minta maaf ke pihak sekolah, siswa dan orang tua murid, ini tidak sengaja,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, SPPG berkomitmen mengganti seluruh peralatan dapur berbahan kaca dengan material yang lebih aman.

“Ke depan, alat-alat kaca di dapur tidak akan digunakan lagi. Bahkan lampu juga akan diberi pengaman agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Rafael.

Ia menambahkan, dapurnya setiap hari memproduksi 3.448–3.500 porsi makanan MBG untuk empat sekolah, termasuk SD Negeri 02, SD Negeri 011, Sekolah Telkom, dan SMAN 04 Tiban. Karena itu, standar keamanan makanan akan diperketat agar insiden serupa tidak kembali mencoreng program MBG.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.