Kamis, Maret 12, 2026

Usai Khamenei Tewas, Iran Tutup Pintu Damai dengan AS

Eskalasi konflik di Timur Tengah kian memanas setelah Iran memastikan tak akan lagi melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat menyusul serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhir pekan lalu.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menyatakan negaranya tak akan melanjutkan negosiasi dengan Washington.

“Kami tidak akan negosiasi dengan Amerika Serikat,” kata Larijani dalam unggahan di X, Senin (2/3).

Pernyataan itu merespons laporan media yang menyebut Iran sempat menghubungi AS melalui perantara untuk melanjutkan pembicaraan nuklir.

Sebelumnya, kedua negara telah memasuki putaran ketiga negosiasi, namun belum mencapai kesepakatan sebelum serangan terjadi.

Larijani juga menyinggung Presiden AS Donald Trump yang menurutnya telah “menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan”.

“Dengan tindakan delusionalnya, dia telah mengubah slogan ‘America First’ buatannya jadi ‘Israel First’ dan mengobarkan tentara-tentara Amerika hanya demi upaya Israel meraih kekuasaan,” tambahnya.

Serangan yang dimulai Sabtu (28/2) itu turut menewaskan Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh serta ratusan warga sipil setelah gempuran mengenai kawasan sekolah. Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di sejumlah negara Teluk.

Di tengah kekosongan kepemimpinan pascakematian Khamenei, Larijani disebut semakin dominan di pusat kekuasaan Teheran. Media Irak, Rudaw, mencatat konstitusi Iran mengatur pemilihan pemimpin tertinggi oleh Majelis Ahli jika terjadi kekosongan jabatan.

Sementara itu, laporan The New York Times menyebut Larijani berpotensi memainkan peran sentral dalam menentukan arah kepemimpinan Iran di tengah ketidakpastian politik dan keamanan saat ini.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.