Kamis, Mei 7, 2026

Viral! Siswi MAN 1 Tegal Dikeluarkan Gara-gara Lepas Jilbab Saat Lomba Renang

Naas ketika siswi yang mengharumkan nama sekolah harus dikeluarkan, sebagai buntut dari lepas jilbab saat mengikuti lomba renang mewakili sekolahnya.

Seorang siswi di MAN 1 Tegal dikabarkan dikeluarkan dari sekolah lantaran tidak mengikuti ketentuan penggunaan baju renang sesuai arahan pihak sekolah. Siswi tersebut merupakan atlet renang yang saat itu tengah mewakili sekolah dalam ajang lomba.

Menurut penuturan orang tuanya melalui akun X @_priut, sang anak memilih menggunakan baju renang biasa agar pergerakannya saat bertanding tidak terhambat.

Priu menjelaskan bahwa anaknya ditunjuk mewakili MAN 1 Tegal dalam kompetisi renang Popda pada September 2024. Menjelang perlombaan, guru pendamping yang juga merupakan wakil kepala sekolah memberikan imbauan agar siswi tersebut mengenakan baju renang yang lebih tertutup dan berjilbab.

“Anak saya mewakili MAN 1 Tegal mengikuti lomba renang pada Popda bulan September 2024. Sebelum perlombaan, guru pendamping yang juga sebagai waka sekolah mengimbau anak saya untuk memakai baju renang sesuai standar sekolah, dengan baju renang yang lebih tertutup dan berjilbab,” tulisnya pada Kamis, 19 Juni 2025.

Namun, dengan mempertimbangkan lawan tanding yang berasal dari klub renang profesional, siswi tersebut memutuskan untuk memakai baju renang umum demi memaksimalkan performa.

“Anak saya berinisiatif memakai baju renang umum (bukan standar sekolahnya), karena akan sulit baginya untuk mengimbangi kecepatan renang peserta lain jika memakai baju renang yang panjang dan berkerudung, karena akan memperlambat gerakan renang,” ujarnya.

Keputusan itu rupanya dianggap sebagai pelanggaran oleh pihak sekolah dan berujung pada teguran dari wakil kepala sekolah. Meskipun pihak keluarga telah menyampaikan penjelasan serta permintaan maaf, keputusan akhir tetap dijatuhkan.

“Penjelasan dan permintaan maaf sudah disampaikan orang tua kepada guru pendamping yang juga wakil kepala sekolah. Kemarin, pada tanggal 17 Juni 2025, Sekolah memanggil orang tua siswa untuk mendengarkan keputusan sekolah dengan hasil anak saya dikeluarkan dari sekolah,” pungkasnya.

Ironisnya, siswi tersebut sempat menorehkan prestasi sebagai juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat 2024.

Sang ayah menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan sekolah yang dinilainya tidak adil.

“Menurut saya, ini tidak adil. Anak saya bukan kriminal, anak saya tidak melakukan hal buruk lain,” keluhnya.

Ia mengisahkan bahwa putrinya bahkan sempat berlutut memohon maaf sebelum naik podium usai perlombaan, namun upaya tersebut tak mampu mengubah keputusan pihak sekolah untuk mengeluarkannya.

Dalam kondisi putus asa, sang ayah akhirnya menuliskan surat terbuka melalui platform X yang ditujukan kepada Kementerian Agama, dengan harapan ada perhatian dan keadilan atas apa yang dialami anaknya.

“Dengan Surat Terbuka ini, saya menginginkan keadilan bagi anak saya, karena hal ini sangat memengaruhi mental anak saya yg mempunyai cita-cita tinggi. Mohon arahannya Bapak Ibu @Kemenag_RI @KemenagJateng,” tandas sang ayah.

Unggahan tersebut menjadi viral dan mengundang berbagai tanggapan dari warganet. Banyak di antaranya yang menyatakan dukungan dan menyuarakan harapan agar sang anak dan keluarga bisa mendapatkan keadilan.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.