Momentum Lebaran dimanfaatkan warga asal Daerah Istimewa Yogyakarta yang tinggal di Blora untuk mempererat silaturahmi melalui kegiatan halalbihalal Paguyuban Keluarga Ngayogyakarta ing Blora (PKNB). Acara digelar di kawasan Noyo Gimbal View, Bangsri, Kecamatan Jepon, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan anggota dari berbagai daerah di DIY, mulai dari Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo hingga Gunungkidul. Suasana kebersamaan terasa kuat dalam pertemuan yang juga menjadi ajang temu kangen tersebut.
Ketua panitia, drh. HR Gundala Wejasena, menyampaikan bahwa paguyuban ini telah berdiri sejak 1990 dan memiliki peran sosial yang aktif di tengah masyarakat.
“Paguyuban ini bukan sekadar wadah silaturahmi rutin seperti halalbihalal atau sepeda santai, tetapi juga aktif dalam aksi sosial, seperti menjenguk anggota yang sakit,” ujar Gundala.
Ia juga mengingat kembali peran tokoh-tokoh pendiri paguyuban seperti Drs. Akhiri, HM Tofah, Naryoto, dan Kirmadi.
Dalam kesempatan itu, Bupati Blora, Arief Rohman, hadir dan menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat. Ia juga menyinggung tantangan pembangunan di daerah, khususnya infrastruktur jalan.
“Momen ini adalah waktu yang tepat untuk saling memaafkan. Kami menyadari pembangunan jalan masih menjadi PR besar. Namun, beberapa titik krusial sudah kami tuntaskan, seperti jalan Cabak–Bleboh yang dulu sempat ditanami pohon pisang oleh warga karena rusak parah, kini sudah halus berkat dana Inpres,” terang Bupati Arief Rohman.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan organisasi yang sempat vakum. Dalam musyawarah yang dipimpin Ali Satiman, drh. HR Gundala Wejasena terpilih secara aklamasi sebagai ketua baru.
Dorongan juga muncul agar paguyuban segera bertransformasi menjadi yayasan resmi guna memperkuat legalitas dan kontribusi bagi masyarakat Blora.