Jumat, April 24, 2026

Wayang Krucil Janjang Tampil di Pendopo, Bupati Blora Tunaikan Nazar

Pagelaran wayang krucil dari Desa Janjang, Kecamatan Jiken, digelar di pendopo rumah dinas Bupati Blora, Sabtu (11/4/2026). Pementasan oleh Ki Dalang Lamto ini disaksikan ratusan siswa SD dan SMP sebagai bagian dari edukasi budaya di tengah era modern.

Acara diawali dengan Selawat Nariyah, lagu Indonesia Raya, doa bersama, hingga tradisi manganan Janjang.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momen pelestarian budaya lokal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Tokoh masyarakat Jiken, HM. Kusnanto, menyebut pagelaran ini merupakan undangan khusus dari bupati sekaligus bentuk penunaian nazar.

“Jadi pertunjukan wayang krucil Janjang ini, diundang khusus oleh Bapak Bupati Blora, dalam rangka melestarikan seni budaya dan yang lebih khusus adalah ngluwari nazar Bapak Bupati Arief Rohman, karena saat pencalonan kedua kalinya, jika terpilih kembali akan nanggap wayang krucil Janjang, dan alhamdulillah, pas hari ini Sabtu Pon, dilaksanakan pendopo Bupati Blora,” kata HM. Kusnanto.

Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan kegiatan ini juga bertepatan dengan wetonnya sekaligus bentuk menepati janji.

“Pagi ini wayangan, pas wetonnya (hari kelahiran) saya, Sabtu Pon. Ini dalam rangka ngluwari nazar (nazar Janjang). Dula saya saat di rumah Pak Kusnanto (mantan Ketua DPRD Blora) bersama rekan-rekan dari Janjang, saya mengatakan kalau jadi lagi sebagai Bupati, wayangan di pendopo, dan pagi ini alhamdulillah sudah dilaksanakan,” ucap Bupati Blora Arief Rohman.

Ia juga mendorong agar generasi muda dikenalkan dengan sejarah lokal, termasuk sosok Mbah Janjang.
“Ini dari Dinas Pendidikan, suaru saat adik-adik ini harus dikenalkan bahwa di Blora ini, selain ada makam-makam Bupati di Ngadipurwo, ada Mbah Sunan Pojok, ada juga Mbah Janjang,” ucapnya.

Bupati menegaskan pentingnya edukasi budaya lokal sebelum mengenal daerah lain.

“Jadi saya minta nanti Dinas Pendidikan untuk mengenalkan siapa Mbah Janjang, bagaimana sejarahnya, ada manganan dan sebagainya, ini sepenuhnya harus dikenalkan kepada generasi adik-adik kita. Tolong nanti Dinas Pendikan dan Dinporabudpar, tolong nanti sebelum ziarah ke tempat lain, sebelum wisata edukasi religi ke tempat lain, kuncinya anak-anak kita harus dikenalkan bahwa kita punya leluhur Mbah Janjang, di Desa Janjang, Kecamatan Jiken. Disana ada makam leluhur kita, Eyang Jati Kusumo dan Eyang Jati Sworo,” tandasnya.

Selain itu, tradisi Manganan Janjang yang turut diperkenalkan dalam kegiatan ini telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.