Kamis, April 23, 2026

Yenny Wahid Nilai Pengelolaan Tambang oleh Ormas Timbulkan Mudarat!

Putri Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, mengkritik pengelolaan tambang yang diberikan kepada organisasi masyarakat karena dinilai lebih banyak menimbulkan mudarat.

Yenny menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri haul ke-16 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Ia menilai dampak paling nyata dari kebijakan tersebut adalah munculnya mudarat besar berupa perpecahan di internal organisasi.

Menurut Yenny, persoalan tambang harus menjadi perhatian serius warga Nahdlatul Ulama karena menyangkut persatuan.

Ia menyatakan dukungannya terhadap seruan mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj agar pengelolaan tambang sebaiknya dikembalikan kepada pemerintah.

Yenny mengungkapkan bahwa sebelum haul Gus Dur, dirinya sempat dihubungi oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam pembicaraan tersebut, Yenny dan Luhut membahas perkembangan politik nasional serta dinamika yang terjadi di tubuh NU.

Yenny menyebut Luhut secara tegas menyatakan tidak setuju jika organisasi masyarakat diberi izin mengelola tambang.

Ia mengatakan Luhut sejak awal menilai pengelolaan tambang merupakan pekerjaan yang sulit dan berisiko tinggi.

Yenny menambahkan, Luhut bahkan enggan menandatangani kebijakan tersebut karena khawatir dampaknya.

Ia mengibaratkan pengelolaan tambang membutuhkan tangan yang dingin, jika tidak akan memicu konflik dan perpecahan.

Yenny mengaku prihatin dengan kondisi NU saat ini yang menurutnya berada dalam situasi rawan akibat isu tambang.

Ia menilai NU yang sejak awal didirikan sebagai perekat persatuan justru kini menghadapi ancaman perpecahan.

Yenny menyerukan agar NU menjauhkan diri dari kebijakan yang berpotensi membawa mudarat lebih besar.

Ia menyarankan jika pemerintah ingin membantu, bantuan sebaiknya diberikan dalam bentuk anggaran.

Menurutnya, anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun sekolah, pesantren, dan fasilitas sosial yang lebih bermanfaat.

Yenny menegaskan bahwa pengelolaan tambang oleh ormas membawa risiko yang jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Ia mengingatkan bahwa pendiri NU KH Hasyim Asy’ari menanamkan semangat persatuan dan kasih sayang sebagai fondasi organisasi.

Yenny juga menyampaikan permohonan maaf jika pernyataannya menyinggung pihak tertentu.

Ia menegaskan kritik tersebut disampaikan karena kegelisahannya melihat kondisi NU saat ini.

Yenny mengungkap adanya informasi bahwa izin tambang diberikan kepada ormas keagamaan yang berafiliasi dengan partai politik tertentu.

Ia menilai kondisi tersebut berbahaya karena NU berpotensi dijadikan alat legitimasi kepentingan politik.

Yenny meminta NU tidak terjebak dalam situasi tersebut karena hanya akan merugikan organisasi.

Ia menegaskan NU adalah organisasi besar yang harus dijaga demi menjaga Indonesia dan dunia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.