BEKASI – Ada saja cara masyarakat mengekspresikan kecintaannya pada Ganjar Pranowo. Seperti saat capres 2024 nomor urut 3 ini berkunjung ke Ponpes Sirojul Munir Bekasi, ada ibu-ibu yang dengan semangatnya bernyanyi.
“Pak, saya ngefans banget sama bapak. Mumpung ketemu bapak, saya mau nyanyi buat bapak ya,” ucap ibu itu.
Ibu-ibu bernama Sanih, (54) itu dengan semangat menyanyikan lagu berjudul ‘Menunggu’ karya Rhoma Irama. Namun, liriknya sedikit ia ubah dan menyebut nama Ganjar. Sayang, seperti orang Jabar kebanyakan yang banyak memanggil Ganjar dengan sebutan Ginanjar.
“Sekian lama aku menunggu, untuk kedatanganmu. Bapak Ginanjar, telah lama ku menunggu,” nyanyi Sanih dengan merdunya.
Sontak saja nyanyian itu membuat Ganjar dan para kyai serta bu nyai tertawa. Beberapa emak-emak membisiki Sanih bahwa orang yang dihadapannya itu bernama Ganjar, bukan Ginanjar.
“Maaf ya pak, maaf saya salah sebut nama bapak,” ucap Sanih tersipu malu.
“Kenapa nama saya diganti ya? Tapi nggak apa-apa. Kalau di Jawa saya di panggil Ganjar, kalau di Sunda nama saya jadi Ginanjar,” ucap Ganjar membuat semuanya tertawa.
Dalam pertemuan dengan kyai dan bu nyai se Bekasi itu, Ganjar ngobrol banyak hal. Ia mendengarkan banyak masukan dari para ulama itu untuk pembangunan Indonesia ke depan.
“Saya senang hari ini bertemu para ulama, kyai dan bu nyai. Kita sudah ngobrol banyak bagaimana cara memberdayakan pesantren dan kesejahteraan guru ngaji. Maka saya tadi katakan, insentif guru ngaji akan kami berikan,” ucap Ganjar disambut tepuk tangan meriah ratusan kyai dan bu nyai.
Program insentif guru ngaji dan guru keagamaan lanjut Ganjar bukan hanya teori. Ia mengatakan sudah melakukannya saat menjadi gubernur dua periode di Jawa Tengah.
“Di Jateng saya sudah melakukan itu, guru ngaji dan guru keagamaan mendapat insentif. Itu yang akan kita dorong ke nasional. Apalagi, wakil saya Prof Mahfud MD adalah kyai dan juga santri, jadi beliau sangat paham betul soal ini. Termasuk bagaimana optimalisasi UU Pesantren,” pungkasnya.