Jumat, April 3, 2026

Rusia Sebut Ada 10 Tentara Bayaran dari Indonesia untuk Ukraina, Pengamat Militer: Cabut Kewarganegaraan Mereka

MELIHAT INDONESIA – Rusia merilis daftar tentara bayaran yang berperang untuk Ukraina, di mana dalam daftar tersebut terdapat 10 Warga Negara Indonesia (WNI).

Pengamat militer Dr Connie Rahakundini Bakrie menyatakan, Kementrian Luar Negeri (Kemlu) harus segera mengklarifikasi benar atau tidaknya hal itu ke Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia.

Serta, menurutnya, jika memang benar, maka Kemlu harus meminta data secara rinci identitas ke-10 tentara bayaran yang dimaksud.

Dalam rilisnya, Rusia menyebut dari 10 WNI yang menjadi tentara bayaran untuk Ukraina tersebut 4 di antaranya telah tewas, sementara 6 lainnya masih hidup.

“Kemlu perlu segera melakukan klarifikasi pada Kedubes Russia siapa saja WNI yang menjadi tantara bayaran tersebut dan siapa yang 6 belum mati? JIka benar maka kewarganegaraannya harus dilepaskan (dicabut, red),” kata Connie, dalam akun Instagram pribadinya @connierahakundinibakrie.

Connie memaparkan dua aturan yang mendasari mengapa para tentara bayaran tersebut harus dicabut kewarganegaraannya.

Pertama, Undang-undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Lalu, kedua Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.

“Selain itu berdasarkan Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa, mereka (tentara bayaran, red) dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika mereka melakukan kejahatan perang atau pelanggaran berat hukum humaniter,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Jakarta merilis daftar dan jumlah tentara bayaran dari negara asing yang berperang untuk Ukraina, Jumat (15/3/2024).

Dalam rilisnya yang diunggah pada saluran resmi Telegram Kedutaan Besar Rusia di Jakarta disebutkan terdapat 10 tentara bayaran dari Indonesia.

Empat dari 10 tentara bayaran asal Indonesia itu dinyatakan telah tewas.

“Sejak 24 Februari 2022, tercatat sekitar 13.387 tentara bayaran asing telah memasuki Ukraina. Sementara itu, telah dikonfirmasi bahwa sekitar 5.962 tentara bayaran asing dihancurkan,” kata Kedubes Rusia.

Kedubes Rusia menyatakan Kementerian Pertahanan Rusia terus mencatat dan mendata semua tentara bayaran asing yang tiba di Ukraina untuk berpartisipasi dalam pertempuran.

Kedubes Rusia menyebut, Polandia menjadi penyumbang tentara bayaran paling banyak sekitar 2.960 memasuki Ukraina dan sekitar 1.497 terbunuh.

Terdapat pula 1.113 tentara bayaran AS. Sebanyak 491 di antaranya kehilangan nyawa.

“491 orang tentara bayaran AS tewas dalam pertempuran, dari sekitar 1.113 orang yang terbang ke Ukraina,” ujar Kedubes Rusia.

“Perlu dicatat bahwa Prancis, meskipun menyangkal kehadiran tentara bayarannya di Ukraina, telah kehilangan 147 tentara bayaran dari 356 orang,” tambah Kedubes Rusia.

Respon Kemlu dan TNI
Terkait hal ini, Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan informasi adanya tentara bayaran dari Indonesia di Ukraina perlu didalami lebih jauh.

“Informasi tersebut perlu didalami lebih lanjut.⁠ Silakan bertanya kepada Rusia mengenai data yang mereka miliki,” kata Iqbal

Sementara itu TNI memastikan, 10 tentara bayaran dari Indonesia yang disebut berada di Ukraina dan ikut berperang bukanlah prajurit TNI.

“Tidak benar (prajurit TNI jadi tentara bayaran di Ukraina),” kata Kapuspen TNI, Mayjen Nugraha Gumilar saat dikonfirmasi, Jumat (15/3/2024).

Nugraha menjelaskan, dalam TNI tidak mengenal adanya prajurit yang bertindak untuk menjadi tentara bayaran.

“Di dalam organisasi TNI tidak mengenal tentara bayaran dan dalam UU TNI tidak mengatur tentang tentara bayaran,” katanya.

Ukraina sebut Rusia bohong
Sedangkan Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, merespons soal daftar dan jumlah tentara bayaran yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia.

Menurut Vasyl apa yang dikatakan oleh pihak Rusia hanyalah kebohongan belaka.

“Ini merupakan informasi dari Kementerian Rusia mengenai warga Indonesia. Bagaimana saya bisa berkomentar? Mungkin lebih baik jika tanyakan pada orang lain?” Kata Vasyl.

Vasyl mengatakan bahwa setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak Rusia sangat tidak layak untuk dipertimbangkan.

“Rusia hanya menyebar kebohongan, silakan tanya mereka di mana fakta dan buktinya. Pembohong,” tegas Vasyl. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.