MELIHAT INDONESIA – Pesohor tanah air, Ruben Onsu, presenter terkenal, dikabarkan dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang menurun.
Awalnya, kelelahan diduga menjadi penyebabnya. Namun, setelah penelitian lebih lanjut, Ruben didiagnosis mengalami Sindrom Empty Sella atau Empty Sella Syndrome (ESS).
Sudah tahu pa itu ESS?
Dikutip dari Verywell Health, berikut adalah enam hal penting yang perlu Anda ketahui tentang Sindrom Empty Sella:
- Pengertian Sindrom Empty Sella: Sindrom Empty Sella adalah kondisi di mana sella turcica, sebuah struktur tulang di dasar otak yang biasanya berisi kelenjar pituitari, terlihat kosong atau hampir kosong saat diperiksa menggunakan teknik pencitraan seperti MRI atau CT scan.
Kondisi ini dapat terjadi karena kelenjar pituitari mengecil atau terdorong ke dinding sella turcica.
- Jenis-jenis Sindrom Empty Sella: ESS terbagi menjadi dua kategori yaitu primer dan sekunder.
ESS primer biasanya terjadi tanpa adanya penyebab yang jelas dan sering ditemukan secara kebetulan saat pencitraan otak untuk alasan lain. ESS sekunder terjadi akibat kondisi lain seperti tumor pituitari, terapi radiasi, atau pembedahan yang mempengaruhi kelenjar pituitari.
- Gejala Sindrom Empty Sella: Sindrom Empty Sella seringkali tidak menimbulkan gejala yang nyata, terutama pada kasus ESS primer.
Namun, pada beberapa kasus, gejala yang mungkin muncul termasuk gangguan hormonal seperti gangguan menstruasi pada wanita, gangguan seksual, gangguan fungsi tiroid, atau gangguan pertumbuhan pada anak-anak.
- Penyebab Sindrom Empty Sella: Penyebab pasti dari Sindrom Empty Sella masih belum sepenuhnya dipahami.
Namun, beberapa faktor yang mungkin berkontribusi termasuk trauma kepala, kelainan kongenital, atau tekanan intrakranial yang meningkat. ESS sekunder dapat terjadi sebagai komplikasi dari kondisi medis lain seperti tumor pituitari atau pengobatan tertentu seperti radiasi.
- Diagnosis Sindrom Empty Sella: Diagnosis Sindrom Empty Sella biasanya dibuat berdasarkan hasil pencitraan otak seperti MRI atau CT scan.
Dokter juga mungkin melakukan tes hormon untuk mengevaluasi fungsi kelenjar pituitari. Penting untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami gejala yang mungkin terkait dengan ESS untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai.
- Perawatan Sindrom Empty Sella: Perawatan untuk Sindrom Empty Sella tergantung pada gejala dan penyebabnya.
Jika tidak ada gejala atau gejala ringan, mungkin tidak diperlukan perawatan khusus selain pemantauan secara teratur oleh dokter.
Namun, jika terdapat gangguan hormonal atau tekanan intrakranial yang meningkat, perawatan dapat melibatkan pengobatan hormonal atau bahkan intervensi bedah untuk mengurangi tekanan pada struktur di sekitar sella turcica.
Terapi juga dapat ditujukan untuk mengatasi gejala spesifik yang muncul akibat gangguan hormonal. (**)