MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Buya Yahya, seorang ulama yang kerap berbagi ilmu melalui platform @AlBahjahTV, menekankan betapa pentingnya menjaga ucapan, terutama terkait hal-hal serius seperti neraka dan kehidupan artis. Menurutnya, ada kecenderungan di masyarakat untuk menjadikan neraka bahan candaan, yang tidak hanya tidak pantas tetapi juga berpotensi menimbulkan dosa.
“Banyak orang bercanda dengan mengatakan hal-hal seperti, ‘Wah, asyik di neraka bareng artis’,” ujar Buya Yahya. “Ini bukan hanya merendahkan artis, tapi juga meremehkan keseriusan neraka itu sendiri.”
Buya Yahya menjelaskan bahwa menganggap enteng neraka, apalagi menjadikannya bahan lelucon, adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab. Ia menambahkan bahwa sikap ini bisa membuat seseorang terlena dan tidak menyadari dosa yang sebenarnya dilakukan.
“Saya minta Anda bayangkan, jika saya membayar Anda untuk berdiri di atas punggung saya dengan setrika panas, pasti Anda tidak mau, bukan? Neraka jauh lebih mengerikan dari itu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meski bercanda merupakan hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari, ada batasan yang harus dihormati. Menurutnya, bercanda tentang hal-hal yang berhubungan dengan akhirat tidak hanya tidak pantas tetapi juga bisa mengundang murka Allah.
“Kalau ingin bercanda, jangan menyentuh hal-hal yang terkait dengan agama atau akhirat. Di neraka, tidak ada ruang untuk guyonan,” tambah Buya Yahya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan mempertimbangkan dampak dari setiap kata yang diucapkan.
Buya Yahya menutup pesannya dengan ajakan untuk menjaga etika dalam berbicara, terutama yang bersinggungan dengan agama. “Kita harus berhati-hati dalam berkomunikasi, agar tidak menyakiti perasaan orang lain dan mengundang kemurkaan Allah SWT,” ujarnya dengan tegas. (**)