Sabtu, Mei 9, 2026

Gempa Berkekuatan 5,2 Mengguncang Pangandaran, BMKG Jelaskan Penyebabnya

MELHAT INDONESIA, PANGANDARAN – Pangandaran, Jawa Barat, diguncang oleh gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo pada Rabu (12/11/2024) pukul 08.41 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono, mengonfirmasi bahwa gempa ini semula tercatat dengan magnitudo 5,2, namun setelah dilakukan pembaruan data, magnitudo gempa tersebut sedikit dikoreksi menjadi 5,1.

Daryono menjelaskan bahwa gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 137 kilometer di barat daya Kabupaten Pangandaran. Lokasi episenter gempa berada pada koordinat 8,64 derajat lintang selatan (LS) dan 107,68 derajat bujur timur (BT). Gempa terjadi pada kedalaman 90 kilometer, yang menunjukkan bahwa gempa ini termasuk dalam kategori gempa bumi menengah.

Menurut Daryono, gempa yang terjadi disebabkan oleh deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia, yang dikenal dengan istilah intra-slab, di mana lempeng tersebut mengalami pergerakan geser naik (oblique thrust). Jenis gempa seperti ini seringkali terkait dengan aktivitas tektonik yang terjadi pada zona subduksi.

Wilayah yang Merasakan Dampak Gempa

Berdasarkan pengamatan BMKG, gempa Pangandaran terasa di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Di wilayah Garut, Cianjur, Ciwidey, Tasikmalaya, dan Pangandaran, getaran gempa dirasakan pada Skala III MMI, yang berarti getaran cukup kuat untuk dirasakan di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang lewat. Sementara itu, di daerah Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi, getaran terasa lebih ringan, tercatat pada Skala II MMI, di mana beberapa orang merasakannya dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Meski getaran gempa cukup terasa di berbagai daerah, BMKG memastikan bahwa gempa Pangandaran ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap waspada.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, terutama terkait dampak lebih lanjut dari gempa. Daryono juga mengingatkan warga untuk menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa. Sebelum kembali memasuki rumah, penting untuk memastikan bahwa bangunan tersebut aman dan tidak membahayakan.

“Pastikan untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui saluran komunikasi yang telah terverifikasi,” ujar Daryono menambahkan.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta untuk tetap mengutamakan keselamatan diri dan keluarga, serta mengikuti perkembangan informasi gempa melalui saluran resmi yang dikelola BMKG. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.