Kamis, Juni 11, 2026

Nagasasra, Keris Pusaka Majapahit yang Sarat Misteri dan Kesaktian

MELIHAT NDONESIA, YOGYAKARTA – Keris Nagasasra menjadi salah satu pusaka paling terkenal dalam sejarah Majapahit. Dihiasi lekukan 13 gelombang dan bersabuk inten, kisah tentang keris ini memancarkan aura misterius dan kesaktian luar biasa. Ada dua versi cerita mengenai asal-usulnya, masing-masing memberikan narasi yang memikat.

Versi pertama mengisahkan situasi Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V, ketika kerajaan berada di ambang kemerosotan. Pemberontakan dan bencana melanda dari berbagai penjuru, sementara kemiskinan dan kelaparan semakin memperburuk keadaan.

Untuk menghadapi krisis ini, Raja Brawijaya V mengumpulkan para patih, menteri, dan penasihatnya dalam rapat penting. Salah satu solusi yang diusulkan adalah menciptakan keris sakti sebagai penangkal seribu bencana.

Titah kerajaan jatuh kepada Mpu Supa, seorang empu termasyhur. Dengan menjalani ritual meditasi mendalam, ia mendapat petunjuk ilahi untuk menciptakan keris dengan motif naga bersisik emas.

Proses pembuatannya memanfaatkan bahan dari batu meteor yang ditempa di kawah gunung berapi dan disepuh di pinggir laut. Air laut yang bergejolak hingga mendidih disebut-sebut sebagai Segara Wedang, tanda sakralitas pembuatan keris tersebut.

Hasilnya adalah keris dengan dapur naga berlekuk 13 yang dinamakan Kiai Nagasasra. Pusaka ini konon berhasil meredam konflik internal dan bencana di Majapahit, mengembalikan ketenangan dan kemakmuran kerajaan.

Legenda, Naga yang DIkutuk

Versi lain tentang Nagasasra bermula dari legenda seorang pertapa sakti bernama Manggir dan anaknya yang berwujud naga. Anak ini, yang diberi nama Nagasasra, memiliki tubuh besar dengan kekuatan yang mampu mengguncang bumi. Ketika Nagasasra tumbuh dewasa, ia mencari ayahnya untuk meminta bantuan mengubah dirinya menjadi manusia.

Manggir, yang malu dan tidak ingin mengakui anaknya, memberikan ujian berat: Nagasasra harus melilitkan tubuhnya di gunung hingga ekor dan kepalanya bersentuhan. Nagasasra gagal, tetapi dengan menjulurkan lidahnya, ia berhasil memenuhi syarat tersebut. Namun, sang ayah merasa itu adalah kecurangan dan memotong lidah Nagasasra.

Lidah yang terputus itu memancarkan api dahsyat, mengguncang Pulau Jawa, dan berubah menjadi keris dengan bentuk menyerupai lidah naga. Keris tersebut menjadi pusaka yang diwariskan dari Majapahit ke kerajaan-kerajaan penerus seperti Demak, Pajang, hingga Mataram.

Jejak Keris Nagasasra

Keris Nagasasra hingga kini dianggap sebagai simbol kekuasaan dan perlindungan. Keberadaannya menyimpan misteri, tetapi jejaknya dikisahkan tetap berada dalam lingkup keraton Jawa. Sebagai pusaka yang dikeramatkan, Nagasasra tidak hanya menjadi saksi sejarah Majapahit, tetapi juga representasi keagungan tradisi dan budaya Nusantara.

Cerita tentang Nagasasra, meski penuh elemen mitos, menggambarkan kebijaksanaan dan kepercayaan spiritual masyarakat pada masa itu. Keris ini adalah simbol kekuatan yang melampaui fisik, menghubungkan manusia dengan alam semesta melalui seni dan tradisi. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.