Sabtu, Mei 9, 2026

Sekilas Ustaz Adi Hidayat, Sosok yang Dikabarkan Bakal Gantikan Miftah, Kenapa Gak dari Dulu Saja?

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Nama Ustaz Adi Hidayat (UAH) tengah menjadi perbincangan hangat sebagai calon pengganti Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Meski belum ada konfirmasi resmi, latar belakang akademik, kiprah dakwah, serta dedikasi kemanusiaan UAH menjadi alasan kuat mengapa publik memberikan dukungan positif terhadap wacana ini.

Sebagai tokoh yang dikenal luas di kalangan masyarakat, UAH membawa pendekatan dakwah yang menggabungkan intelektualitas, kesantunan, dan humor. Tak hanya itu, kiprahnya di bidang pendidikan Islam hingga aksi sosial berskala internasional turut memperkuat reputasinya sebagai seorang pemimpin yang visioner dan berintegritas.

Kiprah Pendidikan dan Akademik

Ustaz Adi Hidayat memiliki rekam jejak akademik yang cemerlang. Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 September 1984, ia mengawali pendidikan agama di pondok pesantren lokal. Kemampuannya yang menonjol dalam syarah Al-Qur’an membawanya menjadi utusan muda dalam program pelatihan di Universitas Islam Madinah.

Pendidikan formalnya berlanjut di Fakultas Dirasat Islamiyyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sebelum mendalami studi Islam di Kulliyyah Dakwah Islamiyyah, Libya. Di sana, UAH mempelajari berbagai disiplin ilmu, termasuk tafsir, hadis, fikih, dan bahasa Arab, di bawah bimbingan ulama-ulama terkemuka seperti Syaikh Wahbah az-Zuhaili.

Kiprahnya juga diakui di tingkat internasional. Pada 2019, ia menerima gelar doktor kehormatan dari International Astrolabe University atas kontribusinya dalam penyebaran nilai-nilai Islam. Penghargaan serupa datang dari Passion International University of America dan Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 2023.

Dakwah yang Berdampak Luas

Sebagai seorang dai, UAH dikenal dengan metode dakwahnya yang sistematis, mudah dipahami, dan berbasis riset. Ia kerap menyampaikan materi agama dengan pendekatan yang mendalam tetapi tetap relevan dengan konteks zaman. Ceramahnya tidak hanya diminati di Indonesia tetapi juga di komunitas Muslim internasional.

Pada 2021, ia meluncurkan Pesantren Virtual Mira (Ma’had Islam Rafiah Akhyar), sebuah inovasi pendidikan berbasis daring yang membantu santri mengakses pelajaran agama tanpa batas geografis. Selain itu, UAH aktif memberikan solusi praktis atas masalah sosial. Salah satu aksinya yang mencuri perhatian adalah penggalangan dana sebesar Rp30 miliar dalam enam hari untuk membantu rakyat Palestina, yang digunakan untuk pembangunan rumah sakit dan program beasiswa.

Membawa Harapan Baru

Sebagai calon pengganti Gus Miftah, UAH memiliki modal yang kuat untuk menjalankan peran sebagai Utusan Khusus Presiden. Selain penguasaan ilmu agama yang mumpuni, ia juga terbukti mampu menjembatani perbedaan dan mendorong kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Pendekatannya yang inklusif diharapkan dapat memperkuat program pemerintah dalam memajukan toleransi dan harmoni antarkelompok agama. Dukungan terhadap namanya bukan hanya datang dari kalangan masyarakat, tetapi juga tokoh-tokoh penting yang mengakui kualitas kepemimpinannya.

Meski begitu, UAH tetap merendah. Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya mendahulukan kepentingan umat daripada ambisi pribadi. Prinsip ini menjadi nilai tambah yang menjadikannya layak dipertimbangkan untuk posisi strategis tersebut.

Kenapa Baru Sekarang?

Pertanyaan yang muncul dari berbagai pihak adalah, mengapa sosok seperti Ustaz Adi Hidayat baru muncul dalam wacana pergantian ini? Banyak yang berpendapat bahwa kiprahnya selama ini sudah cukup untuk menjadi teladan di posisi serupa. Namun, proses pengambilan keputusan di pemerintahan tentunya memerlukan waktu dan pertimbangan matang.

Kehadiran UAH dalam bursa ini menunjukkan bahwa pemerintah memperhatikan tokoh-tokoh dengan rekam jejak yang jelas dan kontribusi nyata. Jika benar ia ditunjuk, langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada penguatan kerukunan dan pembinaan umat beragama di Indonesia.

Pada akhirnya, UAH adalah contoh dari seorang pemimpin yang menginspirasi melalui pendidikan, dakwah, dan aksi nyata. Bagaimana pun, keputusannya kelak akan menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun bangsa yang lebih harmonis dan toleran. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.