Jumat, April 17, 2026

Cap Jempol Darah Kader PDIP Peringati HUT ke-52, Ikrar Dukung Megawati Ketua Umum

MELIHAT INDONESIA – Aksi cap jempol darah dilakukan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di sejumlah daerah, bertepatan dengan HUT ke-52 partai banteng moncong putih.

Cap jempol darah ini sebagai bentuk ikrar dukungan kepada Megawati Soekarnoputri untuk kembali menjadi Ketua Umum PDIP pada kongres tahun 2025.

Aksi cap jempol darah oleh kader PDIP ini di antaranya dilakukan di Surabaya (Jatim), Solo (Jateng), Indramayu (Jabar), Tangerang Selatan (Banten), NTB, dan daerah lainnya.

HUT ke-52 PDIP pada 10 Januari 2025 dan jelang Kongres ke-6 pada April 2025 diwarani isu kursi Megawati digoyang.

Kader PDIP menengarai, ada upaya mengambil alih partai oleh pihak-pihak tertentu, dengan menggoyang Megawati dari kursi Ketua Umum.

Di Surabaya, aksi cap jempol darah digelar seusai apel kesetiaan di kantor DPC PDIP Kota Surabaya, Jalan Setail, Wonokromo.

Sekretaris DPD PDIP Surabaya, Baktiono, menyatakan bahwa mereka berikrar untuk mencalonkan Megawati Soekarnoputri kembali sebagai Ketua Umum PDIP dalam Kongres ke-6 pada 2025.

Di Solo, aksi cap jempol darah juga diadakan untuk mendukung Megawati tetap menjadi Ketua Umum. Kegiatan ini berlangsung di halaman DPC PDIP Kota Solo, dengan Ety Isworo, Ketua Panitia HUT ke-52 DPC PDIP Solo, menyatakan aksi ini sebagai bukti loyalitas mereka kepada Megawati.

“Cap jempol darah ini adalah simbol kesiapan kami untuk berkorban, bahkan sampai titik darah penghabisan, demi menjaga marwah partai dan mendukung Bu Mega sebagai Ketua Umum kembali,” tegas Ketua DPC PDIP Solo, FX FX Hadi Rudyatmo.

Aksi serupa digelar di Tangerang Selatan pada 5 Januari 2025, oleh Pengurus PDIP Tangerang Selatan, Satgas Cakrabuana, dan jajaran PAC sebagai tanda kesetiaan kepada Megawati.

Ketua DPC PDIP Tangsel, Wanto Sugito, mengatakan bahwa aksi cap jempol darah dilakukan sebagai tanda kesetiaan kepada Megawati dan siap melawan pihak yang mengganggu PDIP.

Aksi cap jempol darah pertama kali dilakukan PDIP pada 1996 untuk mendukung Megawati sebagai Ketua Umum, yang dicetuskan oleh mendiang Luwih Supomo. Aksi ini, yang dikenal sebagai Promeg (Pro Megawati), diikuti oleh 42 ribu orang dalam perjuangan melawan rezim Orde Baru Soeharto.

Aksi serupa diadakan lagi pada 1999 untuk mendukung Megawati maju di Pilpres, dengan 96 ribu partisipan. Pada 2004, saat Megawati mencalonkan diri sebagai Capres, pendukungnya yang tergabung dalam Tim Aksi Promeg ’96 juga menggelar aksi serupa di sekretariat PDIP Surabaya.

Pada 2005, sekitar 50 partisipan dalam Komite Pendukung Megawati (KPM) melakukan aksi cap jempol darah sebagai dukungan untuk Megawati sebagai calon Ketua Umum PDIP periode 2005-2010 dalam Kongres PDIP di Bali. Ketua KPM, Rio Kris Tjiptaning, mengatakan simbol darah mencerminkan keberanian wong cilik mendukung Megawati.

Pada 2011, kader PDIP Jawa Barat menggelar aksi cap jempol darah sebagai bentuk loyalitas terhadap Megawati, menanggapi rencana pemanggilan oleh KPK terkait kasus suap Deputi Gubernur Senior BI. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.